TEORI AKUNTANSI DAN PERUMUSANNYA
1. Teori
Akuntansi
Teori akuntansi adalah adalah cabang
akuntansi yang terdiri dari pernyataan sistematik tentang prinsip dan
metodologi yang membedakan dengan praktik. Vernon kam (1986) menganggap bahwa
teori akuntansi adalah suatu sistem yang komprehensif dimana termasuk postulat
dan teori yang berkaitan dengannya. Dia membagi unsure teori dalam beberapa
elemen: postulat dan asumsi dasar, definisi, tujuan akuntasi, prinsip atau
standar, dan prosedur atau metode-metode.
Vernon Kam (1986) mengemukakan fungsi dari adanya teori kuntansi sebagai
berikut.
1. Menjadikan
pegangan bagi lembaga penyusunan standar akuntansi dalam menyusun standarnya.
2. Memberikan
kerangka rujukan untuk menyelesaikan masalah akuntansi dalam hal tidak adanya
standar resmi.
3. Menentukan
batas dalm hal melakukan judgment dalam penyusunan laporan keuangan.
4. Meningkatkan
pemahaman dan keyakinan pembaca laporan terhadap informasi yang disajikan
laporan keuangan.
5. Meningkatkan
kualitas laporan yang dapat diperbandingkan.
Sedangkan Hendriksen (1982) mengemukakan kegunaan teori akuntansi
sebagai berikut.
1. Memberikan
kerangka rujukan sebagai dasar untuk menilai prosedur dan praktik akuntansi.
2. Memberikan
pedoman terhadap praktik dan prosedur akuntansi yang baru.
2. Pembuat Kebijakan
Akuntansi
Pembuat kebijakan akuntansi ada 5
yaitu :
1.
Kantor
akuntan publik atau KAP dan individu
KAP dan individu bertanggung jawab
untuk menyatakan bahwa laporan keuangan suatu perusahaan disajika secara wajar
atas seluruh aktifitasnya.
2.
American institute of ciertified public accountants
(AICPA)
AICPA merupakan organisasi profesi
yang mengkoordinasi para akuntan public bersertifikat yang ada di Amerika
Serikat. Lembaga ini memiliki dua komite tekhnis senior yang mempunyai peran
penting, yaitu accounting standards executive committee (AcSec) dan auditing
standards committee (AuSec) yang berwenang untuk mewakili AICPA dalam
menanggapi masalah akuntansi serta masalah pengauditan.
3.
The American Accounting Assocition (AAA)
AAA merupakan organisasi untuk para
akuntan dari bidang akademik muapun individu yang tertarik dengan perbaikan
praktik dan teori akuntansi. AAA berfungsi sebagai suatu forum akademik yang
mengungkapkan berbagai pandangan isu dan topik akuntansi.
4.
The financial Accounting standard board (FASB)
FASB menggantiakan APB pada tahun
1973 sebagai badan yang bertanggung jawab untuk menetapkan standar-standar
akuntansi. FASB merupakan badan yang bersifat otoritatif denagn tugas
menetapkan dan meningkatkan standar laporan akuntansi keuangan sehingga standar
tersebut menaruh perhatian utama pada pencatatan informasi tentang kejadian
ekonomi dan transaksi melalui cara yang berarti dalam laporan keuangan.
5.
Securities and Exchange Commission (SEC)
SEC dibentuk oleh kongres pada tahun 1934 yang
bertanggung jawab menangani administrasi berbagai ketentuan yang meregulasi
pasar saham dan menjamin laporan serta pengungkapan yang memadai dari setiap
perusahaan di Amerika.
Selain itu,
organisasi profesi yang berperan dalam penyusunan atau pembentukan dan pengembangan
standar akuntansi keuangan (SAK) di Indonesia adalah Ikatan Akuntansi Indonesia
(IAI) sebagai satu-satunya organisasi profesi akuntansi di Indonesia.
Ikatan
akuntan Indonesia adalah organisasi profesi akuntan yang bebas dan tidak
terikat pada perkumpulan apapun, didirikan di Jakarta pada tanggal 23 Desember
1957, dengan Pemrakarsa yang juga menjadi pengurus IAI pertama kali adalah
ketua: Soemardjo Tjitrosidojo, sekretaris: Go Tie Siem, bendahara: Basuki T.
Siddharta, komisaris: Hendra Darmawan dan Tang Tong Joe.
Teori
akuntansi berkaitan erat dengan penyusunan kebijaksanaan akuntansi. Teori
bersama faktor politik dan kondisi dan system ekonomi akan menentukan pembuatan
kebijakan .Dalam penyusunan kebijaksanaan akuntansi yang akan dijadikan sebagai
dasar dalam praktik atau teknik akuntansi dipengaruhi oleh berbagai faktor
antara lain:
1.
Teori akuntansi
2.
Faktor
politik
3. Kondisi
ekonomi
Teori
akuntansi akan dapat bermanfaat apabila rumusan teori itu dapat dijadikan
sebagai alat untuk meramalkan apa yang akan diharapkan mungkin terjadi di masa
yang akan datang. Kalau demikian halnya, mestinya setiap Negara harus memiliki
dan merumuskan teori akuntansinya sendiri yang disimpulkan dari kondisi dan
fenomena ekonomi social yang dimilikinya, bukan mengambila alih sepenuhnya dari
susunan teori akuntansi Negara lain.
Hadibroto
(Media Akuntansi 1988) menekankan pentingnya teori akuntansi. Menurut beliau
ada sinyalemen yang berkembang yang menganggap bahwa seolah teori akuntansi
tidak dibutuhkan. Alas an yang mendasari pemikiran ini adalah baha akuntansi
bukanlah merupakan suatu disiplin ilmu yang menjelaskan semua gejala-gejala
akuntansi di dalam praktiknya. Akuntansi bersifat teknis dan procedural.
Pandangan ini keliru, teori akuntansi dapat memberikan penjelasan mengenai
praktik akuntansi, menjawab, dan menjelaskan semua fenomena yang
melatarbelakangi penerapan suatu metode dalam praktik akuntansi.
Hendriksen menilai teori akuntansi sebagai suatu susunan prinsip umum
akan dapat:
1.
Memberikan kerangka acuan yang umum dari mana praktik
akuntansi dinilai
2.
Teori
akuntansi yang dirumuskan tidak akan mampu mengikuti perkembangan ekonomi,
sisial, teknologi, dan ilmu pengetahuan yang demikian cepat.
3. Sifat Teori
Akuntansi
Menurut
Dr. Winwin Yadiati, SE, M.Si, Ak (2007) sifat teori akuntansi yaitu lebih
bersifat deskriptif (positif), yaitu menjelaskan dan meramalkan
variable-variabel yang diteorikan apa adanya dan preskriptif (normatif), yaitu
menjelaska apa yang seharusnya atau menggambarkan variable sesuai dengan aturan
tertentu dan bagaimana seharusnya.
Teori akuntansi memiliki beberapa sifat, diantaranya
yaitu :
a.
Merupakan seperangkat prinsip yang logis, saling
terkait dan membentuk kerangka umumberkaitan erat dengan penyusunan kebijakan
akuntansi
b.
Harus mencakup semua literatur akuntansi yang
memberikan pendekatan yang berbeda-beda satu sama lain
c.
Harus dapat memberikan penjelasan mengenai praktik
akuntansi, menjawab dan menjelaskan semua fenomena yang melatarbelakangi
penerapan suatu metode dalam praktik akuntansi.
d.
Harus dapat menjelaskan mengapa perusahaan lebih
cenderung menggunakan metode LiFO dartipada FIFO dalam menilai persediaannya
e.
Harus bisa memprediksi atau bahkan menemukan gejala
akuntansi yang belum diketahui
f.
Sangat penting dalam menyusun dan memverifikasi
prinsip akuntansi
4. Periodesasi
Teori Akuntansi
Periodisasi teori akuntansi dapat digolongkan menjadi:
1.
Pre-Theory Period (1492-1800)
Dalam periode ini belum ada teori akuntansi yang dirumuskan,
melainkan hanya sebatas pada saran-saran atau pernyataan-pernyataan yang tidak
dapat dianggap sebagai teori.
2.
General Scientific Period (1800-1955)
Dalam periode ini sudah ada pengembangan teori, namun hanya
berupa penjelasan terhadap praktik akuntansi. Di sini, juga sudah ada kerangka
kerja untuk menjelaskan dan mengembangkan prakti akuntansi. Akuntansi
dikembangkan berdasarkan metode empiris yang menekankan pada hasil
observasi atas peristiwa yang terjadi sehari-hari (realitas), bukan berdasarkan
pada logika.
3.
Normative Period (1956-1970)
Dalam periode ini, perumusan teori mulai mendefenisikan
norma-norma atau praktik akuntansi yang baik, dan pengembangan teori akuntansi
lebih menekankan pada “apa yang seharusnya”. Akuntansi dianggap sebagai norma
peraturan yang harus diikuti. Di sini, mulai muncul berbagai kritikan terhadap
konsep biaya historis (historical cost). Informasi yang disajikan
berdasarkan nilai pasar wajar ternyata lebih relevan bagi pengguna laporan
keuangan dibandingkan dengan biaya historis. Pengukuran dengan menggunakan
nilai wajar, menyediakan gambaran yang lebih baik tentang nilai aktiva dan
kewajiban perusahaan serta menyediakan dasar lainnya untuk menilai prospek arus
kas di masa mendatang.
4.
Spesific Scientific Period (1970-sekarang)
Periode ini disebut juga sebagai era positif, di mana teori
akuntansi tidak cukup hanya dengan berdasarkan pada normatif saja (“apa yang
seharusnya”), tetapi juga harus dapat diuji kebenarannya. Perumusan atau
pendefenisian norma yang terjadi dalam periode sebelumnya dianggap terlalu
subjektif, sehingga harus dapat di uji terlebih dahulu keabsahannya secara
positif. Pendekatan normatif telah banyak mendatangkan kritikan karena teori
normatif ini tidak melibatkan pengujian hipotesa, melainkan hanya berdasarkan
peda pertimbanga subjektif semata. Ditahun 1970-an, data empiris sudah mulai
tersedia, demikian juga hal nya dengan teknik-teknik statistik yang
memungkinkan untuk dilakukannya pengujian.
5. Metode
Perumusan Teori Akuntansi
Merumuskan teori akuntansi atau dengan kata lain melakukan penelitian
akuntansi harus memiliki metode. Belkaoui dan Godfrey mengemukakan dalam
literature dikena beberapa metode berikut ini.
1.
Metode Deskriptif (Pragmatic)
Dalam metode ini akuntansi dianggap sebagai seni yang
tidak dapat dirumuskan, maka metode perumusan teori akuntansi harus bersifat
menjelaskan atau descriptive dan menganalisis praktik yang ada dan
diterima sekarang.
2.
Psychological Pragmatic
Di sini diamati reaksi dari pemakai laporan keuangan
terhadap output akuntansi laporan keuangan yang disusun dari berbagai aturan,
standar, prinsip atau pedoman. Bidang ini dapat juga disebut behavioral
accounting.
3.
Metode Normatif (1950-1960)
Disini akuntansi dianggap sebagai norma peraturan yang
harus diikuti tidak peduli apakah berlaku atau dipraktikan sekarang atau tidak.
4.
Metode Positive (1970)
Suatu metode yang diawali dari suatu metode ilmiah
yang sedang berlaku atau diterima umum. Berdasarkan teori ini, dirumuskan problem
penelitian untk mengamati perilaku atau fenmena nyata yang tidak ada dalam
teori.
6. Pendekatan
Dalam Perumusan Teori Akuntansi
Mengenai berbagai pendekatan dalam penyusunan teori
akuntansi ini akan di uraikan pada metodologi dan berbagai pendekatan dalam
perumusan teori akuntansi (Ahmad riahi – belkaoui : 2006 ) :
1. Pendekatan informal
1) Pendekatan Pragmatis, Praktis dan
Nonteoretis
Pendekatan nonteoretis adalah suatu pendekatan
pragmatis ( praktek) dan pendekatan kekuasaan.
a)
Pendekatan pragmatis ( pragmatic approach )
Terdiri atas penyusunan suatu teori
yang di tandai oleh kesamaannya dengan praktik dunia nyata yang berguna dalam
artian memberikan solusi yang sifatnya praktis. Berdasarkan pendekatan ini,
teknik dan prinsip akuntansi seharusnya di pilih atas dasar kegunaan mereka
bagi para pengguna informasi akuntansi dan relevansi mereka terhadap proses
pengambilan keputusan. Kegunaan dan utility berarti sifat yang mencocokkan
sesuatu untuk melayani atau memfasilitasi tujuan yang di maksud.
Pendekatan pradigmatis adalah bagian
dari suatu teori akuntansi, yang berdasar pada realisasi dari pembukuan
berganda yang dimuat dalam summa de arithmatica,
geometria, proportioni et proportionalita dari luca pacioli,
yang diterbitkan di venesia tahun 1494. Pendekatan pragmatis terdiri dari
penyusunan teori yang di tandai dengan penyesuaian praktek sesungguhnya yang
bermanfaat untuk memberi saran solusi praktik. Teknik – teknik dan
prinsip-prinsip akuntansi seharusnya di pilih atas dasar manfaat bagi pengguna
informasi akuntansi dan keterkaitannya dengan proses pembuatan keputusan.
Dalam metode ini perumusan teori
akuntansi didasarkan atas keadaan dan praktik di lapangan. Yang menjadi
pertimbangan adalah hal-hal apa yang berguna untuk menyelesaikan persoalan
secara praktis.
b)
Pendekatan kekuasaan ( authoritarian approach )
Untuk perumusan suatu teori
akuntansi, yang terutama di pergunakan oleh organisasi professional, terdiri
atas penerbitan pernyataan sebagai regulasi dari praktik – praktik akuntansi.
Dalam metode ini yang
merumuskan teori akuntansi adalah organisasi profesi yang mengeluarkan
pernyataan-pernyataan yang mengatur praktek akuntansi.
Kedua pendekatan ini berasumsi bahwa
teori akuntansi dan hasil tehnik akuntansi harus disebutkan dalam dasar
penggunaan akhir laporan keuangan, jika akuntansi harus memiliki suatu fungsi
yang berguna. Dengan kata lain, suatu teori tanpa konsekuensi praktik adalah
suatu teori yang buruk.
Pendekatan teori akuntansi
meresionalisasikan pilihan dari teknik -teknik akuntansi yang berdasarkan atas
pemeliharaan persamaan akuntansi, yaitu persamaan neraca dan persamaan laba
akuntansi. Persamaan neraca dan laba biasanya di nyatakan :
Aktiva =
Kewajiban + Ekuitas pemilik dan
Laba
Akuntansi = Pendapatan – Biaya
Dua persamaan dalam pendekatan teori
akuntansi ini mengarah kepada berkembangnya dua posisi yang terdapat dalam
badan penyusunan standar yaitu, posisi yang beriontasi pada neraca dan posisi
yang beriontasi pada laba.
2. Pendekatan Teoritis
a. Pendekatan deduktif
Pendekatan deduktif dalam penyusunan
teori akuntansi di mulai dengan dalil – dalil dan konsep – konsep dasar
kemudian di tarik kesimpulan berupa prosedur dan tehnik – tehnik akuntansi.
Pendekatan deduktif dalam penyusunan
teori manapun di awali dengan dalil dasar dan diteruskan dengan pengambilan
kesimpulan logis mengenai subjek yang dipertimbangkan. Jika kita mengamsumsikan
pada titik ini bahwa dalil dasar mengenai lingkungan akuntansi terdiri atas
baik tujuan maupun rumus, langkah yang digunakan untuk memperoleh pendekatan
deduktif akan meliputi :
1.
Menentukan tujuan dari laporan keuangan
2.
Memilih postulat dari akuntansi
3.
Menghasilkan prinsip dari akuntansi
4.
Mengembangkan teknik dari akuntansi
Semua itu berdasarkan pada suatu formula yang benar dari tujuan
akuntansi. Menurut popper, pengujian teori dapat di laksanakan dalam 4 pokok :
1.
Terdapat perbandingan logis di antara masing – masing
kesimpulan, dimana konsistenan internal dari system uji
2.
Terdapat investigasi dari bentuk logis teori dengan
objek untuk menentukan apakah teori memilki karakter teori empiris atau sains.
3.
Terdapat perbandingan dengan teori lain, terutama
dengan sasaran untuk menentukan apakah teori itu dapat dikatakan merupakan
kemajuan ilmiah jika ia dapat melewati ujian yang kita berikan
4.
Terdapat ujian dari teori dengan cara penerapan
empiris dari kesimpulan yang dapat diambil dari teori.
Pendekatan
ini dilakukan dalam penyusunan struktur akuntansi di mana dirumuskan dahulu
tujuan laporan keuangan, rumusan postulat, kemudian prinsip, dan akhirnya lebih
khusus menyusun teknik akuntansi.
b. Pendekatan
induktif
Pendekatan yang dimulai dari
pengamatan empiris untuk kemudian ditarik kesimpulan umum ( generalisasi ).
Pendekatan induktif dalam penyusunan dari suatu teiri diawali dengan observasi
dan pengukuran serta berlanjut pada kesimpulan umum. Dalam penerapan akuntansi,
pendekatan induktif diawali dengan observasi mengenai informasi keuangan dari perusahaan
bisnis dan di lanjutkan dengan menyusun generalisasi dan prinsip – prinsip dari
observasi berdasarkan pada hubungan yang berulang kembali. Tahap yang dilalui
adalah:
1)
Mengumpulkan semua observasi.
2)
Analisis dan golongan observasi berdasarkan hubungan
yang berulang-ulang dan sejenis, seragam, mirip.
3)
Ditarik kesimpulan umum dan prinsip akuntansi yang
menggambarkan hubungan yang berulang-ulang tadi.
4)
Kesimpulan umum diuji kebenarannya.
Tidak seperti pendekatan deduktif, dalam pendekatan induktif ini kebenaran
dan kepalsuan dalil tidak tergantung pada dalil lainnya, tetapi harus melalui
pengujian empiris. Dalam pendekatan induktif kebenaran suatu dalil tergantung
pada pengamatan terhadap contoh yang cukup dari hubungan kasus yang
berulang-ulang dan seragam.
Pendekatan induktif untuk suatu teori mencakup 4 tahap :
a)
Mencatat seluruh observasi
b)
Menganalisis dan mengklasifikasikan observasi ini
untuk mendeteksi adanya hubungan yang berulang kembali
c)
Penurunan induktif dari generalisasi dan prinsip
akuntansi dari observasi yang menggambarkan hubungan brulang
d)
Menguji generalisasi.
c. Pendekatan
etis
Inti dasar dari pendekatan etis
terdiri atas konsep Kewajaran ( fairness ), Keadilan ( justice ), Ekuitas (
equity ), Kenyataan ( truth ).
Pendekatan ini diperkenalkan oleh
D.R. Scott. Menurut beliau kriteria yang harus digunakan dalam perumusan teori
akuntansi adalah keadilan dengan memperlakukan pihak yang berkaitan secara
adil. Disajikan kebenaran dalam arti laporan yang benar dan akurat tanpa
mengundang salah tafsir, dan kewajaran dalam arti penyajiannya wajar, tidak
biasa, dan tidak sebagian-sebagian. Dalam buku lain dikenal dengan ”Pendekatan
Peristiwa” (Event Approach) artinya dalam perumusan teori kita harus
memperhatikan semua pihak jangan hanya memperhatikan pihak-pihak tertentu saja.
Pendekatan ini mirip pendekatan etis ini. Konsep tersebut merupakan kriteria
utama dari D.R.scott untuk perumusan teoriakuntansi.dari criteria
tersebut pendekatan kewajaran telah menjadi salah satu tujuan dasar akuntansi
seperti :
a)
Kepatuhan terhadap prinsip – prinsip akuntansi yang
berlaku umum
b)
Pengungkapan
c)
Konsistensi
d) Dapat di
perbandingkan
d.
Pendekatan sosiologi
Pendekatan
sosilogi bagi perumusan teori akuntansi menekankan pengaruh sosial dari teknik
akuntansi. Hal ini merupakan pendekatan etis yang berpusat pada suatu konsep
dari kewajaran yang lebih luas, kesejahteraan sosial.berdasarkan pendekatan
sosiologi, prisip atau teknik akuntansi yang dievaluasi untuk penerimaan dari
dasar pengaruh laporannya terhadap seluruh kelompok dalam komunitas.
Untuk
mencapai tujuannya, pendekatan sosiologi keberadaan dari nilai sosial baku yang
mungkin di gunakan sebagai kriteria untuk menentukan teori akuntansi.
e.
Pendekatan ekonomi
Pendekatan
ekonomi dalam merumuskan suatu teori akuntansi menekankan pada pengendalian
prilaku dari indikator makroekonomi yang dihasilkan oleh adodsi dari berbagai
teknik akuntansi. Hingga sebelum di bentuknya FASB, pendekatan ekonomi dan
konsep dari konsekuensi ekonomi tidak banyak di pakai dalam akuntansi.
f.
Pendekatan selektif
Secara umum,
perumusan pada teori akuntansi dan pengembangan prinsip – prinsip akuntansi
telah mengikuti pendekatan selektif, atau kombinasi dari berbagai
pendekatan,dan bukannya hanya satu dari pendekatan yang disajikan disini.
Pendekatan selektif adalah terutama merupakan akibat dari berbagai usaha oleh
individu dan professional serta organisasi pemerintahan untuk berpartisipasi
dalam pematangan konsep dan prinsip dalam akuntansi. Pendekatan selektif ini
telah memberikan peningkatan kepada pendakatan baru yang sedang diperdebatkan
dalam litaratur :
a)
Pendekatan peraturan
b)
Pendekatan prilaku
c)
Pendekatan kejadian, prediksi, dan positif.
Menurut Godfrey, dalam mengaitkan antara teori dengan
kenyataan , dikenal tiga jenis hubungan, yaitu
a.
Syntactic
Teori dirumuskan dengan garis logis.
Hubungan itu dirumuskan dalam bentuk aturan seperti aturan bahasa, aturan
matematik, dan lain sebagainya.
b. Semantic
Teori
menghubungkan konsep dasar dari suatu teori ke objek nyata.hubungan ini
dituangkan dalam bentuk aturan yang sesuai atau definisi operasional. Semantic
menyangkut hubungan kata, tanda, atau symbol dari kenyataan sehingga teori itu
lebih mudah dipahami, realistic, dan berarti.
c. Pragmatic
Tidak
semua teori memiliki aspek pragmatis. Disini pragmatis itu berkaitan dengan
pengaruh kata-kata, symbol terhadap manusia. Akuntansi dianggap memiliki
kemampuan mempengaruhi perilaku manusia.
Teori harus mampu merumuskan kebenaran.
Oleh karena itu teori harus selalu diuji. Ada 3 kriteria atau pihak atau sumber
yang memiliki wewenang dalam mennetukan kebenaran atas suatu teori, yaitu:
- Dogmatic
Kebenaran
dikatakan benar karena disampaikan oleh ahli yang memenang memiliki wewenang
untuk menyampaikan kebenaran dan ini tidak perlu diuji lagi. Keyakinan pada
kebenaran ini hanya berdasar pada kepercayaan, keyakinan, atau iman seseorang.
Misalnya keyakinan beragama, charisma seseorang, jabatan, dan lain sebagainya.
- Self evidence
Kebenaran
disampaikan dari suatu teori yang dibuktikan oleh pengetahuan umum, pengamatan,
atau pengalaman.
- Scientific
Kebenaran
disampaikan dari suatu teori yg dibuktikan lewat metode ilmiah. Teori
dirumuskan, diuji, dan seterusnya berulang secara terus-menerus.
7. Perumusan
Teori Akuntansi Di Indonesia
Sampai saat
ini Indonesia masih belum berupaya secara intensif untuk merumuskan teori atau
standar akuntansinya sendiri. Kita masih tetap menggunakan teori atau standar
akuntansi Amerika atau yang terakhir dari IASC (International Accounting
Standard Committee) sebagai dasar pengembangan akuntansi di tanah air. Standar
akuntansi keuangan maupun pernyataan standar pemeriksaaan masih mengadopsi atau
menterjemahkan standar serat pedoman dari Amerika atau IASC dengan berbagai
modifikasi minor. Upaya yang baru dilakukan oleh profesi akuntansi adalah
perumusan prinsip akuntansi Indonesia namun belum menyentuh dasar teori
akuntansinya.
Standar akuntansi di Indonesia
saat ini belum menggunakan secara penuh (full adoption) standar
akuntansi internasional atau International Financial Reporting Standard (IFRS).
Standar akuntansi di Indonesia yang berlaku saat ini mengacu pada US GAAP (United
Stated Generally Accepted Accounting Standard), namun pada beberapa pasal
sudah mengadopsi IFRS yang sifatnya harmonisasi. Adopsi yang dilakukan
Indonesia saat ini sifatnya belum menyeluruh, baru sebagian (harmonisasi).
Era globalisasi saat ini menuntut
adanya suatu sistem akuntansi internasional yang dapat diberlakukan secara
internasional di setiap negara, atau diperlukan adanya harmonisasi terhadap
standar akuntansi internasional, dengan tujuan agar dapat menghasilkan
informasi keuangan yang dapat diperbandingkan, mempermudah dalam melakukan
analisis kompetitif dan hubungan baik dengan pelanggan, supplier, investor, dan
kreditor.
Namun proses harmonisasi ini
memiliki hambatan antaralain nasionalisme dan budaya tiap-tiap negara,
perbedaan sistem pemerintahan pada tiaptiap negara, perbedaan kepentingan
antara perusahaan multinasional dengan perusahaan nasional yang sangat
mempengaruhi proses harmonisasi antar negara, serta tingginya biaya untuk
merubah prinsip akuntansi.
8. Perumusan
Teori Akuntansi
Dalam literature dikenal beberapa pendekatan dalam
menrumuskan teori akuntansi. Masing-masing penulis memberikan metode yang
diikutinya. Beberapa pendekatan dalam perumusan teori akuntansi menurut
Belkaoui adalah sebagai berikut :
- Pendekatan informal terbagi atas :
a. Pragmatis, praktis, dan
non teoritis
Dalam
metode ini perumusan teori akuntansi didasarkan atas keadaan dan praktik di
lapangan. Yang menjadi pertimbangan adalah hal-hal apa yang berguna untuk
menyelesaikan persoalan secara praktis.
b. Pendekatan otoriter
Dalam
metode ini yang merumuskan teori akuntansi adalah organisasi profesi yang mengeluarkan
pernyataan-pernyataan yang mengatur praktek akuntansi.
- Pendekatan Teoritis terbagi atas :
a. Deduktif
Perumusan
dimulai dari perumusan dalil dasar akuntansi (postulat dan prinsip akuntansi)
dan selanjutnya diambil kesimpulan logis tentang teori akuntansi mengenai hal
yang dipersoalkan. Pendekatan ini dilakukan dalam penyusunan struktur akuntansi
dimana dirumuskan dulu tujuan laporan keuangan, rumuskan postulat, kemudian
prinsip, dan akhirnya lebih khusus menyusun teknik atau standar akuntansi.
b. Induktif
Penyusunan
teori akuntansi didasarkan pada beberapa observasi dan pengukuran khusus dan
akhirnya dari berbagai sampel dirumuskan fenomena yang seragam atau berulang
(informasi akuntansi) dan diambil kesimpulan umum (postulat dan prinsip akuntansi).
Tahapan yang dilalui adalah:
· Mengumpulkan semua
observasi
· Menganalisis golongan
observasi
· Penarikan kesimpulan
umum
· Pengujian kesimpulan
umum
- Etik
Dalam
pendekatan perumusan akunansi ini digunakan konsep kewajaran, keadilan,
pemilikan dan kebenaran. Menurut D.R. Scottkriteria yang harus digunakan dalam
perumusan teori akuntansi adalah keadilan dengan memperlakukan pihak yang
berkaitan secara adil.
- Sosiologis
Yang
menjadi perhatian utama dalam perumusan teori akuntansi adalah dampak social dari
teknik akuntansi. Jadi yang menjadi perhatian bukan pemakai langsung, tetapi
juga masyarakat secra keseluruhan.
- Makro Ekonomi
Pendekatan ekonomi dalam perumusan teori
akuntansi menekankan pada control perilaku indikator makro ekonomi yang
menghasilkan perumusan teori akuntansi. Dengan demikian, pemilihan teknik
akuntansi didasarkan pada dampaknya pada ekonomi nasional. Dapat disimpulkan
bahawa teknik dan kebijakan akuntansi harus dapat menggambarkan realitas
ekonomi dan pilihan terhadap teknik akuntansi harus tergantung pada konsekuensi
ekonomi.
Dari
literature lain kita mengenal pendekatan komunikatif dalam perumusan teori
akuntansi. Pendekatan ini dikembangkan oleh Bedfourd dan Baldouni yang
menganggap akuntansi adalah sebagai suatu system yang terpadu dalam proses
komunikasi. Disini dirumuskan informasi apa yang perlu dan disajikan oleh
perusahaan kepada para pembaca agar mereka dapat menggunakannya dalam proses
pengambilan keputusan.
Banyak
lagi pendekatan yang perlu dikemukakan disini antara lain behavioural approach,
yang menekankan pada aspek perilaku yang ditimbulkan oleh informasi akuntansi,
pragmatic, nontheoritical approach, theory of account approach yang melihat
akuntansi dari aspek hubungan antara perkiraan yang dibangun dari dasar teori
double entry.
Sumber :
Elisabet Dian Premanasari
18 Februari 2009
harahap, sofyan syafri. 2007. “Teori Akuntansi
edisi revisi”. Jakarta: Grafindo
terimakasih kak
BalasHapusCasino and Sports Betting in Minnesota - Dr.MCD
BalasHapusWith sports betting on the minds of most sports bettors, this 울산광역 출장안마 is the 광명 출장마사지 most appropriate place for a betting wager 충청북도 출장샵 on 안양 출장마사지 the outcomes of a game. 상주 출장안마