Selasa, 25 Oktober 2016

Pusat Pertanggungjawaban



PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN

Pusat Pendapatan (Revenue Center), adalah pusat pertanggungjawaban yang :
-       Bertugas menciptakan pendapatan,
-       Diberi wewenang mengatur pendapatan,
-       Prestasinya diukur berdasarkan perbandingan antara pendapatan yang dianggarkan dengan realisasinya.
Pada Pusat Pendapatan suatu output (pendapatan yang diperoleh) diukur secara moneter, akan tetapi tidak ada upaya formal untuk menghubungkan dengan input (biaya). Pusat Pendapatan mempunyai karakteristik :
a.    Unit pemasaran/ penjualan yang tidak mempunyai tanggung jawab atas harga pokok penjualan barang-barang yang dipasarkan.
b.    Penjualan atau pesanan aktual diukur dengan anggaran atau kuota.
c.    Manajer dianggap bertanggung jawab terhadap biaya langsung di dalam unit organisasinya, tetapi tidak diukur.

Pusat biaya (expense center), merupakan pusat pertanggungjawaban yang prestasinya diukur atas dasar masukkan atau biayanya. Dalam pusat biaya, masukkan (input) diukur dalam satuan moneter (uang), tetapi keluaran (output) tidak selalu dapat diukur dalam satuan uang. Pada pusat biaya, manager pusat pertanggungjawaban terutama bertanggungjawab atas pengendalian biaya. Pusat biaya memiliki ciri (karakteristik) :
-       Melaksanakan tugas/pekerjaan yang tidak terkait dengan perolehan pendapatan atau laba
-       Diberi wewenang untuk mengatur biaya dalam rangka melaksanakan pekerjaan yang menjadi tugasnya
-       Prestasinya diukur berdasarkan perbandingan biaya yang dianggarkan dengan realisasinya
Ditinjau dari hubungan antara input dan output, biaya dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan yitu biaya teknik (engineered expense) dan biaya kebijakkan (discretionary expense). Biaya teknik merupakan biaya yang hubungan antara output dan input mempunyai hubungan yang jelas, dapat dihitung secara kuantitatif dan proporsional. Sebaliknya, biaya kebijakan merupakan biaya yang hubungan antara input dan outputnya tidak jelas dan sulit untuk diukur secara kuantitatif serta tidak bersifat proporsional. Contoh biaya teknik ialah biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung sedangkan contoh biaya kebijakan adalah biaya administrasi, biaya penelitian dan pengembangan, biaya pemasaran dan sebagainya. Berdasarkan klasifikasi tersebut, pusat biaya dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu pusat biaya teknik (engineered expense center) dan pusat biaya kebijakan (discretionary expense center).
1.      Pusat biaya teknik merupakan pusat pertanggung jawaban yang didominasi oleh biaya-biaya teknik. Pada pusat biaya teknik ini, biaya standar merupakan alat yang paling umum digunakan. Prestasi manager yang bersangkutan diukur sejauh mana manajer tersebut mampu untuk bekerja di atas atau dibawah standar yang telah ditentukan. Walau demikian, standar bukanlah satu-satunya alat ukur prestasi. Selain efisiensi pelaksanaan, manager yang bersangkutan juga harus dinilai efektifitas kerjanya.
Contoh biaya teknik adalah biaya produksi suatu barang di unit produksi. Pusat biaya teknik merupakan pusat biaya yang sebagian besar biayanya mempunyai hubungan fisik yang erat dengan output yang dihasilkan.
Karakteristik Pusat biaya teknik ialah :
a.       Input-outputnya dapat diukur dengan satuan unit moneter
b.      Input-outputnya dapat diukur dalam bentuk fisik
c.       Jumlah optimum input yang akan diproduksi untuk satu unit output produksi bisa diukur
d.      Pengukuran kinerjanya adalah efisiensi biayanya, disamping itu mutu produk dan volume produksinya.
2.      Pusat biaya kebijakan merupakan pusat biaya yang sebagian besar biayanya tidak mempunyai hubungan fisik yang erat dengan output yang dihasilkan.
Karakteristik Pusat biaya kebijakan ialah:
a.       Inputnya dapat diukur dengan satuan unit moneter
b.      Outputnya diukur bukan bentuk fisik (moneter)
c.       Jumlah optimum input yang akan diproduksi untuk satu unit output produksi tidak bisa diukur.
Dengan demikian, pusat biaya kebijakkan merupakan pusat pertanggungjawaban yang didominasi oleh biaya kebijakan.
Contoh pusat biaya kebijakan ialah departemen akuntansi, departemen hukum dan hubungan masyarakat, departemen personalia dan sebagainya. Mengingat begitu tidak jelasnya hubungan antara input dengan output, pusat biaya ini tidak dapat diukur efisiensi dan efektifitasnya dengan menggunakan satuan uang. Perbedaan sifat (karakteristik) kedua jenis biaya tersebut menyebabkan cara pengendalian masing-masing katagori berbeda pula.
Pengukuran kinerja pusat biaya kebijakan adalah bukan selisih realisasi dan anggaran atau efisiensi, melainkan peran manajer dalam perencanaan program kerja serta pengendalian dalam pengeluaran uang harus disetujui oleh atasannya. Walaupun konotasinya “kebijakan”, tidak berarti bahwa pertimbangan manajemen tidak dapat diduga atau bersifat insidentil. Oleh sebab itu biaya yang telah ditetapkan harus diawasi agar tidak melewati jumlah yang telah ditetapkan (anggarannya).
Beberapa pusat biaya yang pada umumnya termasuk dalam kelompok pusat biaya kebijakan ialah : pusat administrasi (administratif center), pusat penelitian dan pengembangan (research and developmnet center) dan pusat marketing (marketing center). Berikut ini akan disajikan gambaran umum pusat-pusat biaya tersebut dengan karakteristik masalah pengendalian masing-masing.

Tugas Pusat administrasi (administratif center) pada intinya adalah kegiatan pengelolaan organisasi atau unit-unit organisasi secara keseluruhan. Pusat Administratif (administrative center), meliputi manajemen senior korporat (kantor pusat), dan manajemen unit bisnis serta para manajer unit pendukung. Pusat Pendukung adalah unit-unit pendukung yang menyediakan layanan kepada Pusat Pertanggungjawaban yang lain.
Contoh pusat-pusat administrasi adalah para direktur beserta para staf, departemen akuntansi, departemen hukum, keamanan, hubungan masyarakat dan sebagainya. Masalah-masalah yang berkaitan dengan pengendalian biaya administrasi adalah :
(1) sulitnya mengukur hasil (output)
(2) sering terjadi ketidak serasian tujuan organisasi secara keseluruhan (lack of goal congruence).
Pusat biaya kebijakan memiliki beberapa karakteristik :
a.    Kesulitan mengukur outputnya.
b.    Kadang kala tidak terdapat kesesuaian antara cita-cita staf departemen dengan dengan cita-cita perusahaan secara keseluruhan (lack of goal congruence). Hal ini disebabkan karena manajer administratif ingin mencapai keunggulan fungsional.
c.    Pengendaliannya dilakukan melalui anggarannya serta evaluasi apakah program kerja yang diajukan telah secara rinci yang mencakup : biaya administratif dan pendukung termasuk untuk “tetap dalam bisnis-nya (being in business)”, kebijakan pusat tersebut termasuk diskripsi tujuan biaya serta estimasinya, alasan semua tambahan biaya di luar inflasi.
Kadang-kadang, beberapa kegiatan staf telah begitu rutin sehingga dapat diperlakukan sebagai pusat biaya teknik. Namun demikian, hasil utama kegiatan unit yang lain adalah nasehat atau jasa yang tidak mempunyai alat pengukur yang meyakinkan untuk mengetahui nilai dan bahkan jumlah hasilnya. Dalam hal demikian, tidaklah mungkin untuk menetapkan biaya standar dan mengukur prestasi manager secara kuantitatif. Anggaran tidak dapat dipakai untuk mengukur efisiensi kegiatan.
Pada sebagian besar kantor staf administrasi, adalah menguntungkan bagi manager untuk memiliki bagian yang sehebat mungkin. Seolah-olah, departemen yang hebat adalah yang terbaik untuk organisasi atau perusahaan. Sebenarnya, hal tersebut sangat tergantung pada definisi mengenai suatu departemen yang hebat. Tidak jarang, suatu departemen dalam meraih kehebatannya menelan sumber daya yang melampaui manfaatnya. Tidak jarang pula tampak kecenderungan unit-unit organisasi untuk membangun “kerajaannya” sendiri tanpa memperhatikan nilai dan manfaatnya bagi organisasi secara keseluruhan.

Pusat Penelitan dan Pengembangan (research and development center), adalah suatu unit perusahaan yang mempunyai tugas dan tanggung jawab melakukan penelitian dan pengembangan produk-produk baru, proses baru dan patent. Karakteristik kesulitan pengendalian pusat penelitian dan pengembangan disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut :
1.    Output yang dihasilkan sulit diukur secara kuantitatif. Namun demikian, hasil tersebut lebih nyata daripada output yang dihasilkan oleh pusat administrasi, misalnya hak paten, produk baru, teknologi proses produksi baru dan sebagainya.
2.    Adanya kesenjangan tujuan pada pusat penelitian dan pengembangan seperti yang tampak pada pusat administrasi. Kecenderungan tujuan pusat penelitian dan pengembangan ini selalu ingin lebih baik daripada yang lampau dan menjadi yang terbaik diantara yang lain.
3.    Pusat penelitian dan pengembangan ini sulit dikendalikan efektivitasnya dengan menggunakan anggaran tahunan atau periodik. Organisasi penelitian dan pengembangan selalu ingin berkembang untuk jangka waktu yang panjang. Anggaran biaya yang digunakan tidak harus turunnya, hal tersebut sangat tergantung pada definisi mengenai suatu departement yang hebat. Tidak jarang, suatu departement dalam meraih kehebatannya menelan sumber daya yang melampaui manfaatnya. Tidak jarang pula tampak kecenderungan unit-unit organisasi untuk membangun “kerajaannya” sendiri tanpa memperhatikan nilai dan manfaatnya bagi organisasi keseluruhan. Anggaran biaya yang digunakan tidak harus turun karena rugi dan tidak harus naik karena untung.
Hal-hal tersebut menyebabkan timbulnya karakteristik pengendalian Pusat penelitian dan pengembangan yaitu :
a.    Kesulitan menghubungkan input-outputnya, karena termasuk penelitian pada tahun-tahun sebelumnya.
b.    Tidak terdapat kesesuaian cita-cita, karena manajer litbang ingin mencapai penelitian yang terbaik dan unggul, walaupun biayanya mahal.
c.    Litbang suatu rangkaian yang diawali penelitian dan akhir pengujian produk, sifatnya tidak terencana dan tenggang waktu yang lama serta berjangka panjang.
d.   Pada program litbang tidak ada cara ilmiah untuk menentukan skala optimum anggaran litbang, sehingga prosesnya bagi kue.
e.    Pengendalian program litbang dilakukan melalui anggarannya, dengan sistem proyek dan cara kalenderisasi atas pengeluaran dalam periode anggaran.
f.     Pengukuran kinerja secara periodik membandingkan biaya aktual dengan anggarannya, untuk kendali pengeluran berikutnya.

Pusat Pemasaran (marketing center), kegiatan pusat pemasaran dan pokoknya terdiri atas dua macam yaitu kegiatan melayani (memenuhi) pesanan dan kegiatan yang berkaitan dengan usaha untuk memperoleh pesanan. Usaha untuk memperoleh pesanan merupakan kegiatan sebelum terjadinya pemesanan barang atau jasa oleh langganan sedangkan pelayanan pesanan merupakan kegiatan setelah pesanan dari langganan diperoleh.
Berdasarkan sifat kegiatannya tersebut, pusat pemasaran mempunyai tiga kegiatan yang dijadikan dasar untuk mengukur prestasi manager yang bersangkutan yaitu :
1.    Pusat pemasaran diukur berdasarkan jumlah hasil penjualan yang dicapai. Pengukuran ini dilakukan melalui pembandingan hasil penjualan yang dianggarkan dengan jumlah hasil penjualan yang sebenarnya.
2.    Pusat pemasaran diukur prestasinya atas kegiatannya dalam hal pemenuhan pesanan (order filling/logistic actifity). Dalam banyak hal, biaya yang timbul atas kegiatan ini adalah biaya teknik. Dengan demikian, pengendalian kegiatan ini harus dibedakan dengan pengendalian kegiatan pusat pemasaran lainnya.
3.    Pusat pemasaran diukur prestasinya dalam hal upaya perolehan pesanan (order getting activity). Biaya yang timbul atas kegiatan ini sebagian besar adalah biaya kebijakan. Walaupun pusat pemasaran juga merupakan pusat pendapatan (revenue center), pusat pemasaran harus dibedakan dengan pusat laba karena biaya produksi barang yang dijual tidak dibebankan pada pusat pemasaran tersebut.

Karakteristik pengendalian pusat pemasaran ialah :
a.    Aktivitas pemenuhan pesanan seperti halnya pusat biaya di pabrik, sehingga biayanya disusun secara standard sesuai dengan berbagai tingkatan volume, tetapi dengan adanya internet aktivitas ini bisa diselesaikan dengan cepat dan biayanya rendah.
b.    Aktivitas penciptaan pendapatan, sehingga yang dievaluasi adalah membandingkan antara pendapatan (unit moneter) dan kuantitas fisik aktual yang dijual dengan pendapatan dan kuantitas fisik yang dianggarkan, à = Pusat Pendapatan.
c.    Aktivitas pencarian pesanan, yang dievaluasi adalah biaya pencarian pesan-n yang merupakan biaya kebijakan, sehingga tidak seorangpun tahu akurasi berapa jumlah optimal yang harus dikeluarkan.
d.   Kesimpulannya, Pusat Pemasaran merupakan pusat peryanggungjawaban yang bisa bersifat campuran (hybrid).

Laporan Keuangan Yang Dikonsolidasi Metode Equity



LAPORAN KEUANGAN YANG DIKONSOLIDASI METODE EQUITY

Perusahaan yang membeli saham perusahaan lain mencatat rekening investasinya sebesar harga perolehannya/sebesar biaya yang dikeluarkan. Pencatatan dapat dilakukan dengan beberapa cara:
1.    Metode Equity / Metode Kekayaan : mencatat setiap perubahan yang terjadi pada hak-hak pemegang saham perusahaan anak dengan melakukan penyesuaian terhadap rekening investasi saham dan laba.
2.    Metode Harga Perolehan / Cost Method : mencatat investasi saham pada perusahaan anak sebesar harga perolehannya tanpa adanya perubahan atau penyesuaian terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada anak perusahaan, perubahan terjadi hanya di modal.

Dalam metode equity mengakui adanya satu kesatuan ekonomis antara perusahaan anak dengan perusahaan induk, sehingga apabila terjadi perubahan pada perusahaan anak, maka pada perusahaan induk juga harus disesuaikan. Di dalam pencatatan laporan pada perusahaan induk dan anak maupun antar kantor pusat dan kantor cabang harus menunjukkan adanya suatu kesatuan ekonomis, maksudnya laporan keuangan kedua perusahaan tersebut harus digabungkan, supaya menunjukkan laporan yang menyeluruh.

Secara garis besar, maka hal yang harus diperhatikan dalam prosedur pencatatan investasi pada perusahaan anak adalah :
1.    Pembelian saham
Jurnal: invest saham                               xxx
                        Kas                                                   xxx
2.    Keuntungan perusahaan, laba akan menaikkan kekayaan dan keuntungan pada anak perusahaan itu sendiri, laba / rugi perusahaan anak harus diakui oleh perusahaan induk.
Jurnal: invest saham PT anak              xxx
                        Laba/rugi PT anak                            xxx
3.    Kerugian pada perusahaan anak akan dicatat pada perusahaan induk sbb, kebalikan dari keuntungan.
Jurnal: laba/rugi PT anak                       xxx
                        Invest saham PT anak                    xxx
4.    Pembagian deviden akan mengurangi saldo laba ditahan dan naiknya hutang lancar (apabila pembayaran tidak bersama pengumuman deviden) atau mengurangi uang kas (bila pembayaran dilakukan tunai). Bagi perusahaan induk tidak merubah posisinya, yang berubah hanya bentuk kekayaannya saja, yang semula dalam bentuk investasi saham perusahaan anak menjadi piutang deviden atau kas.
Jurnal: kas/piutang                                  xxx
                        Invest saham PT anak                    xxx

Ø  Kepemilikan saham 20% sampai 50% disarankan untuk menggunakan metode ekuitas.
Ø  Kepemilikan saham lebih dari 50% dapat menggunakan metode ekuitas juga, tapi dalam hal ini perusahaan induk diharuskan menyusun laporan keuangan konsolidasi.

Prosedur Pencatatan Investasi Metode Equity
  Jika Laba Perusahaan Induk akan mencatat :
D    : Investasi Saham Pada Perusahaan Anak
K    : Laba Yang Ditahan
  Jika Rugi Perusahaan Induk akan mencatat :
D    : Laba Yang Ditahan
K    : Investasi Saham Pada Perusahaan Anak

SOAL :
Pada tanggal 1 Januari 2011 perusahaan P membeli 80% saham perusahaan S dengan harga $ 200.000,- Pada tanggal ini perusahaan S mempunyai modal saham yang beredar sebesar $ 200.000,- dan laba ditahan sebesar $ 40.000,- Perusahaan S melaporkan laba bersih untuk tahun 2011 sebesar $ 30.000,- Perusahaan S pada tanggal 15 Desember 2011 mengumumkan pembagian deviden sebesar $ 20.000,- dan dibayarkan pada tanggal 30 Desember 2011. Sedangkan perusahaan P pada operasional tahun 2011 memperoleh keuntungan sebesar $ 50.000,-

Berikut kondisi kekayaan kedua perusahaan :

PT. P
PT. S
Aktiva 1 Januari 2011
500.000
400.000
Modal saham
200.000

Hutang
400.000
160.000
Laba 1 Januari 2011
100.000




Diminta : Buatlah daftar lajur per 31 Desember 2011 metode equity, jurnal, perhitungan jurnal, dan neraca lajur konsolidasi per 31 Des !
Penyelesaian:
PT. P dan PT. S
DAFTAR LAJUR
PER 31 JANUARI 2011
Rekening
PT. P
PT. S
ELIMINASI
Neraca Konsolidasi
Debit
Kredit
Debit
Kredit
Invest shm
200.000





Elim shm



160.000


Elim laba 31/12



32.000


Selisih H.P




8.000

Aktiva
500.000
400.000


900.000

AKTIVA
700.000
400.000




Hutang
400.000
160.000



560.000
Mdl shm PT.P
200.000




200.000
Laba 31/12
100.000




100.000
Mdl shm PT. S

200.000




Elim shm


160.000



Hak minor





40.000
Laba PT. S

40.000




Elim laba


32.000



Hak minor





8.000
PASIVA
700.000
400.000
192.000
192.000
908.000
908.000


Keterangan :
Modal saham = Eliminasi 80% X 200.000 = 160.000
Laba ditahan = Eliminasi 80% X 40.000 = 32.000

Selisih harga perolehan di atas nilai buku :
Harga perolehan                                                                              200.000
Nilai buku :
Modal saham                                     200.000
Laba                                                    40.000
Nilai buku 100%                                                         240.000
Nilai buku 80% = 80% X 240.000 =                          192.000
Selisih harga perolehan                                                 $   8.000

Jurnal yang dibuat induk perusahaan dengan adanya transaksi tersebut adalah
1.     Jurnal pembelian:
                Invest saham PT S                                                            $ 200.000
                                Kas                                                                                         $ 200.000
2.    Tahun 2011: laba sebesar $ 30.000
Investasi saham PT. S (80% x 30.000)                       $ 24.000
                                Laba/rugi PT. S                                                                  $ 24.000
3.    Tgl 15 Nov 2012: pengumuman pembagian deviden sebesar $20.000
       Piutang deviden (80% x 20.000)                                 $ 16.000
                       Invest saham PT S                                                            $ 16.000
4.     Tgl 30 Niv 2012: pembayaran deviden
Kas                                                                                         $ 16.000
                       Putang deviden                                                                                $ 16.000

Keterangan untuk mengerjakan daftar lajur per 31 Desember 2011
Investasi saham PT. S :
Investasi awal                                                             200.000
Keuntungan (30.000 x 80%)                                         24.000
Jumlah                                                                         224.000
Deviden (20.000 x 80%)                                             (16.000)
Investasi saham per 31 Desember 2011                  208.000




Laba PT. S
Laba awal                                                                     40.000
Laba operasional                                                          30.000
Jumlah                                                                          70.000
Deviden                                                                       (20.000)
Laba per 31 Desember 2011                                        50.000
Eliminasi laba 80% X 50.000 = 40.000

Aktiva PT. P :
Aktiva awal                                                                500.000
Laba usaha PT. P tahun 2011                                                 50.000
Deviden (kas)= 80% x 20.000                                    16.000
Jumlah aktiva 31 Desember 2011                              566.000

Aktiva PT. S :
Aktiva awal                                                                 400.000
Laba usaha PT. S tahun 2011                                      30.000
Deviden                                                                       (20.000)
Jumlah aktiva 31 Desember 2011                              410.000


Laba PT. P
Laba awal                                                                     100.000
Laba operasional                                                            50.000
Laba dari PT. S                                                              24.000
Laba per 31 Desember 2006                                        174.000










PT. P dan PT. S
DAFTAR LAJUR
PER 31 DESEMBER 2011
METODE EQUITY
Rekening
PT. P
PT. S
ELIMINASI
Neraca Konsolidasi
Debit
Kredit
Debit
Kredit
Invest shm
208.000
Elim shm
160.000
Elim laba 31/12
40.000
Selisih H.P
8.000
Aktiva
566.000
410.000
976.000
AKTIVA
774.000
410.000
Hutang
400.000
160.000
560.000
Mdl shm PT.P
200.000
200.000
Laba 31/12
174.000
174.000
Mdl shm PT. S
200.000
Elim shm
160.000
Hak minor
40.000
Laba PT. S
50.000
Elim laba
40.000
Hak minor
10.000
PASIVA
774.000
410.000
200.000
200.000
984.000
984.000


Soal Latihan :
Berikut kondisi keuangan kedua perusahaan setelah transaksi :

PT. ABG
PT. MABULA
Macam Aktiva
Rp 1.725.000.000
Rp 1.450.000.000
Modal saham @1.000
Rp 1.500.000.000
Rp 1.000.000.000
Hutang
Rp    150.000.000              
Rp    100.000.000
Laba ditahan
Rp    725.000.000
Rp    350.000.000

Pada awal tahun 2006 PT. ABG membeli 500.000 lembar saham PT. MANULA dengan harga Rp 1.300 per lembar sahamnya. Selama beroperasi tahun 2006 PT. Manula memperoleh keuntungan sebesar Rp 100.000.000,- dan PT. ABG memperoleh keuntungan sebesar Rp 150.000.000,- Pada akhir tahun 2006 PT. Manula membagikan deviden sebesar Rp 50.000.000,-
Pertanyaan :
Buatlah Daftar lajur per 31 Desember 2006 dan neraca konsolidasi per 31 Desember 2006 metode equity ?


LEMBAR KERJA :
PT. ABG dan PT. MANULA
DAFTAR LAJUR
PER 1 JANUARI 2006
Rekening
PT. ABG
PT. MANULA
ELIMINASI
Neraca Konsolidasi
Debit
Kredit
Debit
Kredit
Inv saham
650.000
Elim modal
500.000
Elim laba
175.000
Selisih NB
25.000
Macam Akt
1.725.000
1.450.000
3.175.000
Total Aktiva
2.375.000
1.450.000
Hutang
150.000
100.000
250.000
Modal Induk
1.500.000
1.500.000
Laba induk
725.000
725.000
Modal anak
1.000.000
Elim mdl
500.000
Hak minor
500.000
Laba anak
350.000
Elim laba
175.000
Hak minor
175.000
Pasiva
2.375.000
1.450.000
675.000
675.000
3.175.000
3.175.000


PT. ABG dan PT. MANULA
DAFTAR LAJUR
PER 31 DESEMBER 2006
Rekening
PT. ABG
PT. MANULA
ELIMINASI
Neraca Konsolidasi
Debit
Kredit
Debit
Kredit
Inv saham
675.000
Elim modal
500.000
Elim laba
200.000
Selisih NB
25.000
Macam Akt
1.900.000
1.500.000
3.400.000
Total Aktiva
2.575.000
1.500.000
Hutang
150.000
100.000
250.000
Modal Induk
1.500.000
1.500.000
Laba induk
925.000
925.000
Modal anak
1.000.000
Elim mdl
500.000
Hak minor
500.000
Laba anak
400.000
Elim laba
200.000
Hak minor
200.000
Pasiva
2.575.000
1.500.000
700.000
700.000
3.400.000
3.400.000