STRUKTUR TEORI AKUNTANSI
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam
mendefinisikan akuntansi terdapat pandangan yang berbeda-beda. Pada
perkembangan saat ini akuntansi dapat kita definisikan dengan mengacu pada
konsep informasi. Akuntansi adalah aktivitas jasa. Fungsinya adalah menyediakan
informasi kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan tentang entitas ekonomik
yang diperkirakan bermanfaat dalam pembuatan-pembuatan keputusan ekonomik,
dalam membuat pilihan antara alternative tindakan yang ada. Para akuntan
memliki pandangan yang berbeda-beda tentang proses akuntansi dalam menguraikan
perbedaan teori-teori akuntansi. Sebelum menguji pendekatan- pendekatan
tradisional dalam perumusan teori akuntansi, akan lebih baik apabila dilakukan
pengujian terhadap beberapa pandangan yang telah membentuk perkembangan
akuntansi keuangan. Tujuan utama teori akuntansi adalah menyajikan suatu dasar
dalam memprediksikan dan menjelaskan perilaku serta kejadian-kejadian
akuntansi. Teori didefinisikan sebagai kumpulan gagasarn (konsep), definisi,
dan dalil yang menyajikan suatu pandangan sistematis tentang fenomena, dengan
menjelaskan hubungan antar variabel yang ada dan bertujuan untuk menjelaskan
serta memprediksikan fenomena tersebut.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa dan
Bagaimana Elemen Struktur Teori Akuntansi?
2. Apa
Tujuan Laporan Keuangan?
3. Apa dan
Bagaimana Sifat Postulat Akuntansi?
C. TUJUAN
MAKALAH INI DIBUAT
1. Untuk mengetahui Elemen Struktur Teori Akuntansi
2. Untuk mengetahui Tujuan Laporan Keuangan
3. Untuk mengetahui Sifat Postulat Akuntansi
BAB II
PEMBAHASAN
A. ELEMEN STRUKTUR TEORI AKUNTANSI
Struktur
teori akuntansi merupakan elemen yang saling berkait yang menjadi pedoman
pengembangan teori dan penyusunan teknik-teknik akuntansi. Elemen itu digambarkan
dalam hierarki sebagai berikut: 1. Tujuan Laporan Keuangan 2a. Postulat
Keuangan 2a. Konsep Teoritis Akuntansi 2. Prinsip prinsip Akuntansi 4. Teknik –
teknik akuntansi
Pendekatan
dan metodologi apapun yang digunakan dalam penyusunan teori akuntansi, rerangka
acuan yang dihasilkan didasarkan pada serangkaian elemen dan hubungan yang
mengatur pengembangan teknik akuntansi. Struktur teori akuntansi terdiri dari
beberapa elemen sebagai berikut :
1.
Pernyataan tujuan laporan keuangan
2.
Pernyataan postulat dan konsep teoritis akuntansi yang
terkait dengan asumsi- asumsi lingkungan dan sifat unit akuntansi. Postulat dan
konsep teoritis diturunkan dari pernyataan tujuan.
3.
Pernyataan tentang prinsip-prinsip dasar yang
didasarkan pada postulat dan konsep teoritis.
4.
Batang tubuh teknik-teknik akuntansi yang diturunkan
dari prinsip-prinsip akuntansi.
B. TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
Tujuan
laporan keuangan merupakan dasar awal dari struktur teori akuntansi. Banyak
pendapat tentang tujuan laporan keuangan ini, baik objek maupun penekanannya,
namun tujuan selama ini mendapat dukungan luas adalah bahwa laporan keuangan
bertujuan untuk memberikan informasi keuangan kepada para pemakainya untuk dipakai
dalam proses pengambilan keputusan. Standar akuntansi Indonesia misalnya
merumuskan tujuan laporan keuangan sebagai berikut!
Tujuan laporan keuangan adalah
menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan
posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai
dalam pengambilan keputusan ekonomi.
C. SIFAT POSTULAT AKUNTANSI
Postulat
akuntansi adalah pernyataan yang tidak memerlukan pembuktian atau aksioma,
berterima umum berdasarkan kesesuaiannya dengan tujuan laporan keuangan,
menggambarkan lingkungan ekonomi, politik, sosiologi dan hukum tempat akuntansi
beroperasi. Konsep teoritis akuntansi adalah juga pernyataan yang tidak
memerlukan pembuktian atau aksioma, juga berterima umum berdasarkan
kesesuaiannya dengan tujuan. Prinsip akuntansi adalah aturan keputusan umum,
yang diturunkan baik dari tujuan dan konsep teoritis akuntansi, yang mengatur
pengembangan teknik-teknik akuntansi. Teknik akuntansi adalah aturan spesifik
yang diturunkan dari prinsip akuntansi untuk memperlakukan transaksi atau
peristiwa tertentu yang dihadapi oleh entitas akuntansi.
1) POSTULAT-POSTULAT AKUNTANSI
·
POSTULAT
ENTITAS
Akuntansi
mengatur hasil operasi dari suatu entitas, yang terpisah dan berbeda dari
pemilik entitas. Postulat entitas menyatakan bahwa suatu unit perusahaan
merupakan unit akuntansi yang terpisah dari pemiliknya dan perusahaan lain.
Postulat merumuskan bidang perhatian akuntan dan membatasi jumlah objek,
peristiwa, dan atribut peristiwa yang dimasukkan ke dalam laporan keuangan.
Selain itu, Postulat juga memungkinkan akuntan membedakan antara transaksi
bisnis dan individu, yang dimasukkan dalam laporan keuangan adalah transaksi
perusahaan bukan transaksi pemilik perusahaan. Dan tanggung jawab pelayanan
manajemen berada pada pemegang saham. Definisi lain entitas akuntansi adalah
dalam kerangka kepentingan ekonomi bagi berbagai pemakai, dan bukan aktivitas
ekonomi dan pengendalian administratif unit. Pendekatan ini lebih berorientasi
pemakai dari pada orientasi perusahaan.
·
POSTULAT
KELANGSUNGAN USAHA
Postulat
kelangsungan usaha menyatakan bahwa entitas akuntansi akan terus beroperasi.
Postulat ini berasumsi bahwa perusahaan tidak diharapkan untuk dilikuidasi
dalam masa yang akan datang yang dapat diketahui dari sekarang atau bahwa
entitas akan terus beroperasi untuk jangka waktu yang tidak tertentu.
·
POSTULAT
UNIK PENGUKUR
Postulat
unit pengukur menyatakan bahwa akuntansi adalah pengukuran dan proses
mengkomunikasikan aktivitas perusahaan yang dapat diukur dalam satuan moneter.
Unit pertukaran dan pengukuran diperlukan untuk mencatat transaksi perusahaan
dengan cara yang seragam. Pengukur umum yang dipilih dalam akuntansi adalah
unit moneter. Kebertukaran barang, jasa, dan modal diukur dalam satuan uang.
·
POSTULAT
PERIODE AKUNTANSI
Meskipun
postulat kelangsungan usaha menyatakan bahwa setiap perusahaan akan tetap ada
pada periode waktu yang tidak terbatas, namun adakalanya pemakai meminta
berbagai informasi tentang posisi keuangan dan kinerja perusahaan untuk membuat
keputusan jangka pendek. Dari hal tersebut maka postulat periode akuntansi.
menyatakan bahwa laporan keuangan perusahaan seharusnya diiungkapkan secara
periodik.
2) KONSEP-KONSEP TEORITIS AKUNTANSI
·
Teori
Proprietari / Teori Kepemilikan
Menurut
teori proprietary entitas sebagai agen, perwakilan atau susunan melalui
wirausahawan individual atau pengoperasi pemegang saham. Sudut pandang kelompok
pemilik sebagai pusat kepentingan terefleksi dalam cara memelihara catatan
akuntansi dan membuat laporan keuangan. Tujuan utama teori proprietary adalah
untuk menentukan dan menganalisis kekayaan bersih pemilik, dengan persamaan
akuntansi.
Aset – Utang
= Ekuitas Pemilik
·
Teori
Entitas
Teori
entitas memandang entitas sebagai sesuatu yang terpisah dan berbeda dari
pemilik modal. Unit bisnis memiliki sumber daya perusahaan dan bertanggung
jawab terhadap pemilik maupun kreditor. Menurut teori ini persamaan
akuntansinya adalah.
Aset =
Ekuitas
Aset = Utang
+ Ekuitas Pemegang Saham
·
Teori Dana
Dalam teori
dana kelompok aset dan kewajiban dan restriksi terkait disebut dana yang
mengatur penggunaan aset. Jadi teori dana memandang unit bisnis terdiri atas
sumber daya ekonomi (dana) serta kewajiban dan restriksi terkait mengenai
penggunaan sumber daya . Persamaan akuntansinys adalah.
Aset =
Restriksi Aset
Teori dana
berorientasi aset dalam pengertian bahwa fokus utamanya adalah pada
administrasi dan penggunaan aset secara memadai. Teori dana ini terutama
berguna untuk pemerintah dan organisasi nirlaba. Teori dana juga relevan untuk
organisasi laba yang menggunakan dana untuk aktivitas yang bermacam-macam
seperti dana pelunasan (sinking fund), akuntansi untuk kebangkrutan dan
perkebunan dan perwalian, akuntansi cabang atau divisional, pemisahan aset
dalam aset lancar atau tetap dan konsolidasi.
3) PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI
1. Prinsip Cost.
Menurut
prinsip Cost, Cost pemerolehan (acquisition) atau Cost historis merupakan dasar
penilaian yang memadai untuk mengakui pemerolehan semua barang dan jasa,
expenses, Cost, dan ekuitas. Dengan kata lain, itek dinilai dengan harga
pertukaran pada saat barang tersebut dibeli dan dicatat dalam laporan keuangan
pada nilai atau porsi amortisasi nilai barang. Cost menunjukkan harga
pertukaran atau imbalan moneter yang diberikan untuk memperoleh barang atau
jasa. Jika imbalan terdiri dari aset non- moneter, harga pertukaran adalah
ekuivalen kas atas aset atau jasa yang diterima. Prinsip Cost dapat diterapkan
dalam pengukuran utang dan modal. Prinsip Cost dijustifikasi oleh postulat objektivitas
dan postulat kelangsungan usaha. Cost perolehan adalah objektif di mana
informasi yang dihasilkan dapat diuji kebenarannya. Postulat kelangsungan usaha
mengasumsikan bahwa entitas akan meneruskan usahanya, aktivitasnya secara tak
terbatas, sehingga mengeliminasi perlunya menggunakan nilai sekarang atau nilai
likuidasi untuk penilaian aset.
2. Prinsip Revenue
1.
Sifat-sifat komponen revenue
Revenue
dapat interpretasikan sebagai
o Aliran masuk
aset bersih yang berasal dari penjualan barang atau jasa.
o Aliran
keluar barang atau jasa dari perusahaan kepada pelanggan
o Produk
perusahaan yang dihasilkan dari penciptaan barang atau jasa oleh perusahaan
selama periode waktu tertentu.
Terdapat
perbedaan interprestasi atas sifat revenue disebabkan adanya perbedaan
pandangan tentang apa yang seharusnya masuk sebagai revenue.pandangan revenue
yang komprehensif memasukkan semua hasil dari aktivitas bisnis dan investasi.
Revenue dianggap sebagai semua perubahan dalam aset bersih yang berasal dari
aktivitas penghasil revenue dan keuntungan atau kerugian yang berasal dari
penjualan aset tetap dan investasi. Sedangkan pandangan yang lebih sempit
tentang revenue hanya memasukkan hasil yang berasal dari aktivitas penghasil
revenue dan mengeluarkan penghasilan investasi dan keuntungan dan kerugian dari
pelepasan aset tetap.
2.
Pengukuran revenue
Revenue
diukur dalam pengertian nilai pertukaran produk atau jasa dalam sebuah
transaksi yang lugas. Terdapat dua interpretasi revenue yang muncul dari konsep
revenue ini :
a.
Potongan tunai dan berbagai pengurangan dalam harga
tetap, seperti kerugian piutang yang tidak tertagih, memerlukan penyesuaian
untuk menghitung ekuivalen kas bersih yang sesungguhnya atau nilai diskontoan
sekarang atas klaim uang dan secara konsekuen harus dikurangkan ketika harus
menghitung revenue
b.
Untuk transaksi non-kas, nilai pertukaran sama dengan
nilai pasar yang wajar barang/jasa yang diberikan atau diterima, mana yang
lebih mudah dan jelas menghitungnya.
3.
Waktu pengakuan revenue.
Umumnya
diakui bahwa revenue dan income yang diperoleh dalam semua tahap siklus
operasi. Namun karena ada kesulitan mengalokasikan revenue dan income ke tahap
yang berbeda dari suatu siklus operasi, akuntan menggunakan prinsip realisasi
untuk memilih sebuah peristiwa kritis dalam siklus untuk waktu pengakuan
revenue dan income. Kriteria spesifik pengakuan revenue dan income adalah
o Diperoleh
(earned ), dalam satu atau beberapa pengertian
o Dalam bentuk
yang dapat didistribusikan
o Hasil atas
konversi yang timbul dari transaksi antara perusahaan dan pihak eksternal
o Hasil dari
penjualan yang sah atau proses serupa
o Dipotong
dari modal
o Dalam bentuk
aset lancer
o Dampak kotor
dan bersih pada ekuitas pemegang saham harus dapat diestimasi dengan tingkat
reliabilitas tinggi
Secara umum
revenue diakui dengan dasar akrual atau dasar peristiwa kritis. Dasar peristiwa
kritis untuk pengakuan revenue dipicu oleh peristiwa krusial dalam siklus
operasi. Peristiwa tersebut mungkin adalah :
o Saat
terjadinya penjualan
o Penyelesaian
produksi
o Penerimaan
pembayaran untuk penjualan berikutnya
Dasar
penjualan untuk pengakuan revenue dibenarkan karena :
o Harga produk
dapat diketahui dengan pasti
o Pertukaran
telah diakhiri dengan pengiriman barang, sehingga diperoleh pengetahuan yang
obyektif akan Cost yang terjadi.
o Dalam artian
realisasi, penjualan merupakan peristiwa krusial Dasar penyelesaian produksio
untuk pengakuan revenue dapat dibenarkan ketika pasar stabil dan harga stabil
tersedia untuk komoditi standar. Dasar pembayaran untuk pengakuan revenue
dibenarkan ketika penjualan akan dilakukan dan ketika pengakuan akurat yang
memadai tidak dapat diberlakukan untuk produk yang ditransfer.
3.
Prinsip Penandingan
Prinsip
penandingan menyatakan bahwa ekpenses harus diakui pada periode yang sama dengan
revenue. Revenue diakui dalam periode tertentu sesuai dengan prinsip revenue,
dan expenses yang terkait kemudian diakui. Secara operasional, terdapat proses
dua tahap untuk akuntansi expenses. Pertama kos dikapitalisir sebagai aset yang
menggambarkan sekumpulan jasa atau manfaat potensial. Kedua, setiap aset
dihapus sebagai expenses untuk mengakui proporsi jasa potensial aset yang telah
dipakai untuk menghasilkan revenue selama periode tertentu. Jadi, akuntansi
akrual lebih ditunjukkan oleh prinsip penandingan dalam artian kapitalisasi dan
alokasi dibanding akuntansi kas. Hubungan antar revenue dan expenses tergantung
pada satu dari empat kriteria:
o Penandingan
langsung kos yang telah terpakai dengan revenue
o Penandingan
langsung kos yang telah terpakai dengan periodenya
o Alokasi kos
selama periode yang mendapatkan manfaat.
o Menjadikan
expenses semua kos lain dalam periode terjadinya, kecuali jika dapat
ditunjukkan bahwa masih memiliki manfaat di masa mendatang.
4. Prinsip Objektivitas
Kegunaan
informasi keuangan tergantung pada tingkat reliabilitas prosedur pengukuran
yang digunakan. Karena menjamin reliabilitas maksimum adalah sangat sulit,
akuntan telah menggunakan prinsip objektivitas untuk menjustifikasi pemilihan
prosedur pengukuran yang digunakan.
5. Prinsip Konsistensi
Prinsip
konsistensi menyatakan bahwa peristiwa ekonomi yang serupa seharusnya dicatat
dan dilaporkan secara konsisten dari periode ke periode. Prosedur akuntansi
yang sama akan diterapkan serupa sepanjang waktu. Namun prinsip konsistensi
tidak menghalangi perusahaan mengubah prosedur akuntansi ketika hal tersebut
dapat dibenarkan dengan perubahan keadaan, atau jika prosedur alternatif lebih
baik. Perubahan yang dapat menjustifikasi perubahan prosedur adalah:
a.
Perubahan dalam prinsip akuntansi
b.
Perubahan dalam estimasi akuntansi
c.
Perubahan dalam entitas akuntansi
6. Prinsip Pengungkapan Penuh
Terdapat
konsesus umum dalam akuntansi bahwa terdapat pengungkapan data akuntansi yang
penuh (full), wajar (fair) dan cukup (adquate). Pengungkapan penuh mensyaratkan
bahwa laporan keuangan didesain dan dibuat untuk menggambarkan secara akurat
peristiwa ekonomi yang telah mempengaruhi perusahaan untuk suatu periode dan
memuat informasi yang memadai untuk membuat laporan berguna dan tidak menyesatkan
bagi rata-rata investor.
7. Prinsip Konsevatisme
Prinsip
konsevatisme merupakan prinsip pengecualian atu modifikasi dalam artian bahwa
prinsip tersebut bertindak sebagai batasan untuk penyajian data akuntansi yang
relevan dan reliabel. Prinsip konservatisme menyatakan bahwa ketika memilih
diantara dua atau lebih teknik akuntansi yang dapat diterima, maka
preferensinya adalah memilih yang paling kecil dampakya terhadap ekuitas
pemegang saham.
8. Prinsip Materialitas
Prinsip
materialitas merupakan prinsip pengecualian atau modifikasi seperti halnya
koservatisme. Prinsip ini menyatakan bahwa transaksi dan peristiwa yang tidak
memiliki dampak ekonomi signifikan dapat diatasi dengan cara yang paling tepat.
Meterialitas berlaku sebagai petunjuk implisit bagi akuntan dalam artian apa
yang seharusnya diungkapkan dalam laporan keuangan, memungkinkan akuntan untuk
memutuskan apa yang tidak penting atau apa yang tidak menjadi masalah dalam
pencatatan Cost, keakuratan laporan keuangan, dan relevansinya bagi pengguna.
9. Prinsip Keseragaman dan Komparabilitas
Prinsip
kopsistensi mengacu pada penggunaan prosedur yang sama untum item-item yang
terkait dengan perusahaan tertentu antar waktu. Prinsip keseragaman merujuk
pada penggunaan prosedur yang sama oleh perusahaan yang berbeda. Tujuan yang
diinginkan adalah mencapai komparabilitas laporan keuangan dengan mengurangi
keanekaragaman yang tercipta karena penggunaan prosedur akuntansi yang berbeda
oleh perusahaan yang berbeda.
4) KERANGKA DASAR AKUNTANSI KEUANGAN MENURUT PSAK Kerangka
dasar Akuntansi Laporan Keuangan ini sebenarnya diambil sepenuhnya dari
international Accounting Standard Committee dengan judul Framework for the
Preparation and Presentation of Financial statements (IASC). Kerangka dasar ini
mencakup:
1.
Tujuan laporan keuangan
2.
Asumsi dasar
3.
Karakteristik kualitas informasi
4.
Pengakuan dan pengukuran
5.
Konsep dan pemeliharaan modal
Tujuan laporan keuangan adalah
menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan
posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai
dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Asumsi dasar dari laporan keuangan
menurut PSAK ini adalah sebagai berikut:
1.
Dasar akrual, laporan keuangan menyajikan semua
transaksi yang terjadi sesuai peristiwanya, hak dan kewajiban yang melekat
didalamnya bukan hanya melihat transaksi yang melibatkan kas
2.
Kelangsungan usaha, laporan keuangan dianggap
menggambarkan perusahaan atau entitas yang memang di masa depan tidak akan
melakukan likuidasi seluruhnya atas sebagian.
Karakteristik Kualitas, ini
dimaksudkan untuk meningkatkan manfaat informasi yang disajikan dalam laporan
keuangan sehingga lebih berguna bagi para pemakainya. Adapun karakteristik
kualitas laporan keuangan ini adalah:
1.
Dapat dipahami
2.
Relevan
3.
Materialitas
4.
Keandalan tidak menyesatkan
5.
Penyajian jujur
6.
Substansi mengungguli form (dokumen)
7.
Netralitas
8.
Pertimbangan sehat
9.
Kelengkapan
10.
Dapat dibandingkan
Pengakuan berarti proses pembentukan
suatu pos yang memenuhi definisi unsur serta kriteria pengakuan yang sesuai
dengan standar akuntansi dalam laporan neraca dan laba-rugi, yaitu:
1.
Ada kemungkinan manfaat ekonomi yang berkaitan dengan
pos tersebut akan mengalir dari atau ke dalam perusahaan
2.
Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat
diukur dengan anda.
Pengukuran adalah proses penetapan
jumlah uang untuk mengakui dan memasukkan setiap unsur laporan keuangan dalam
neraca atau laporan laba-rugi. Metode pengukuran yang dikenal adalah:
1.
Biaya historis
2.
Biaya kini
3.
Nilai realisasi
4.
Nilai sekarang
Konsep dan pemeliharaan modal, ada
dua konsep pemeliharaan modal yaitu sebagai berikut:
1.
Pemeliharaan modal keuangan Menurut konsep ini baru
disebut laba jika jumlah aktiva financial bersih pada akhir periode setelah
melebihi jumlah financial aktiva bersih pada awal periode setelah memasukkan
kembali setiap distribusi dari dan kepada pemilik.
2.
Pemeliharaan modal fisik Menurut konsep ini hanya bisa
disebut laba jika kapasitas produksi fisik atau kemampuan usaha fisik pada
akhir periode melebihi kapasitas produktif fisik pada awal periode setelah
memasukkan kembali distribusi dari dan kepada pemilik selama periode itu.
Beberapa hal yang perlu diketahui
dari laporan keuangan menurut PSAK adalah sebagai berikut:
1.
Laporan keuangan bersifat umum bukan tujuan khusus
misalnya untuk tujuan perpajakan, prospektus, dan sebagainya.
2.
Pemakai laporan keuangan adalah: investor, karyawan,
pemberi pinjaman, pemasok dan kreditor usaha lainnya pelanggan, pemerintah, dan
dan masyarakat.
3.
Kendala yang selalu dihadapi dalam menyajikan
informasi yang andal dan relevan adalah masalah ketepatan waktu dan menjaga
keseimbangan antara biaya dan manfaat penyajian informasi.
BAB III
KESIMPULAN
Aturan dan
teknik akuntansi yang ada didasarkan pada pondasi teori akuntansi. Pondasi ini
dibentuk dari elemen-elemen hirarki yang berfungsi sebagai kerangka acuan atau
struktur teoritis. Pendekatan dan metodologi apapun yang digunakan dalam
penyusunan teori akuntansi, rerangka acuan atau struktur teori yang dihasilkan
didasarkan pada serangkaian elemen dan hubungan yang mengatur pengembangan
teknik akuntansi. Struktur teori akuntansi terdiri dari beberapa elemen sebagai
berikut:
1.
Pernyataan tujuan laporan keuangan
2.
Pernyataan postulat dan konsep teroritis akuntansi
yang terkait dengan asumsi- asumsi lingkungan dan sifat unit akuntansi.
Postulat dan konsep teoritis diturunkan dari pernyataan tujuan
3.
Pernyataan tentang prinsip-prinsip dasar yang
didasarkan pada postulat dan konsep teroritis
4.
Batang tubuh teknik-teknik akuntansi yang diturunkan
dari prinsip-prinsip akuntansi Pemahaman terhadap elemen-elemen ini dan
hubungan teori akuntansi menjamin pemahaman terhadap alasan balik praktik
aktual dan masa mendatang. Laporan keuangan yang disajikan dalam laporan akuntansi
formal semata-mata merupakan refleksi penerapan struktur teori akuntansi.
Perbaikan isi dan format laporan keuangan berkaitan dengan perbaikan struktur
teoritis akuntansi. Agenda terpentint dari badan-badan akuntansi seharusnya
adalah penyusunan elemen-elemen teori akuntansi yaitu tujuan akuntansi,
postulat lingkungan, konsep teoritis prinsip akuntansi.
DAFTAR
PUSTAKA Harahap Sofyan Syafri, TEORI AKUNTANSI EDISI REVISI, Rajawali Press
Sumber lain:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar