BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Sistem Informasi adalah suatu
sinergi antara data, mesin pengolah data (yang biasanya meliputi komputer,
program aplikasi dan jaringan) dan manusia untuk menghasilkan informasi. Jadi
sistem informasi bukan hanya aplikasi perangkat lunak. Sistem Informasi ada
pada hampir setiap perusahaan atau instansi untuk mendukung kegiatan bisnis
mereka sehari-hari. Biasanya porsi pengerjaan pengembangan sistem informasi
diserahkan kepada orang-orang yang bekerja di bidang Teknologi Informasi.
Dalam membangun suatu sistem
informasi (dalam hal ini lebih mengacu kepada pengertian aplikasi perangkat
lunak) digunakan metode Siklus Hidup dan Pengembangan Sistem (System
Development Life Cycle atau SDLC). SDLC terdiri dari sejumlah tahapan yang
dilaksanakan secara berurutan. Secara umum tahapan dari SDLC adalah
Perencanaan, analisis, rancangan, penerapan dan penggunaan. Namun pada
prakteknya hal ini tidaklah selalu mulus untuk dilaksanakan. Banyak faktor yang
mempengaruhi keberhasilan pengembangan sistem informasi. Terutama adalah pada
faktor manusia yang terlibat. Dari pihak pengembang, kurangnya keahlian dan
pengalaman bisa menyebabkan kesalahan dalam satu tahapan sehingga menyebabkan
siklus ini harus diulangi dari tahapan yang salah. Bisa terjadi bahwa siklus
ini dilakukan sampai berulang-ulang. Dari pihak pengguna, idealnya perlu
bersama-sama dengan pihak pengembang untuk memahami sistem informasi mulai dari
awal siklus hidup pengembangan sistem. Apabila perlu dilakukan revisi dan
pengulangan tahapan siklus hidup pengembangan sistem.
1.2 Rumusan
Masalah
Bagaimana siklus
hidup dan tahap – tahap dalam pengembangan system ?
1.3 Maksud dan
Tujuan
Maksud dari pembuatan
karya tulis ini adalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Akuntansi - 2
pada materi pembahasan “Mengelola Siklus
Hidup Pengembangan Sistem”.
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui siklus hidup dan tahap – tahap dalam
pengembangan system
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Siklus
Hidup Pengembangan Sistem
Siklus hidup pengembangan sistem (system development life
cycle – SDLC) adalah model untuk mengurangi risiko ini melalui perencanaan,
pelaksanaan, pengendalian, dan dokumentasi secara hati-hati dari
aktivitas-aktivitas lama. Lima tahap dari model ini dijelaskan sebagai berikut.
Strategi Sistem. Langkah pertama dalam SDLC
adalah mengembangkan strategi sistem yang memerlukan pemahaman mengenai
kebutuhan bisnis strategis dari organisasi. Hal ini diperoleh dari misi
perusahaan, analisis tekanan kompetitif terhadap perusahaan, dan keadaan pasar
saat ini. Kebutuhan ini mencerminkan postif relative perusahaan guna
mempertahankan keunggulan strategisnya.
Insiasi
Proyek. Insiasi proyek adalah proses penilaian proposal sistem untuk
melihat konsistensinya dengan rencana sistem strategis dan dievaluasi
kelayakannya dan biaya-manfaatnya. Alternatif desain konseptial dipertimbangkan
dan yang dipilih kemudian dimasukkan ke tahap konstruksi SDLC.
Pengembangan
di dalam Perusahaan. Langkah pengembangan di dalam perusahaan mencakup analisis
kebutuhan pengguna, desain proses dan basis data, pembuatan tampilan pengguna,
pemrogaman aplikasi, serta pengujian dan implementasi sistem yang sudah
lengkap.
Paket
Komersial. Jika sifat proyek dan kebutuhan pengguna mengizinkan, kebanyakan
perusahaan akan mencari paket peranti lunak komersial yang sudah dikodekan,
daripada mengembangkan sistem dari nol. Ada berbagai keuntungan yang akan
didapatkan oleh perusahaan yang bisa mengimplementasikan peranti lunak
komersial. Di antaranya adalah biaya awal yang lebih rendah, waktu implementasi
yang lebih singkat, pengendalian yang lebih baik, dan pengujian yang ketat oleh
pemasok.
Pemeliharaan
dan Dukungan. Pemeliharaan mencakup perolehan dan implemantasi versi peranti
lunak terbaru dari paket komersial serta modifikasi terhadap sistem yang ada
agar dapat mengakomodasi perubahan dalam kebtuhan pengguna.
2.1.1 Partisipan Dalam Pengembangan Sistem
Partisipan dalam pengembangan
sistem dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok yaitu:
1. Profesional sistem adalah analis
sistem, desainer sistem, dan pemrogram. Orang-orang ini adalah yang membangun
sistem.
2. Pengguna akhir adalah
orang-orangyang akan menggunakan sistem yang dibangun.
3. Pemegang kepentingan adalah
individu yang berada di dalam atau di luar perusahaan yang berhubungan dengan
sistem tersebut, tetapi bukan merupakan pengguna akhir.
2.2 Strategi
Sistem
Tujuan dari strategi sistem adalah
untuk menghubungkan proyek sistem individual denagn tujuan strategis dari
perusahaan. Perusahaan yang mempertimbangkan strategis sistem secara serius
membentuk komisi pengarah untuk memberikan bimbingan dan pengawasan terhadap
proyek sistem. Tahap strategi dalam SDLC terdiri atas tiga tugas utama yaitu
menilai kebutuhan informasi strategis perusahaan, mengembangkan rencana sistem
strategis, dan membuat rencana tindakan.
2.3 Menilai
Kebutuhan Informasi Strategis
2.3.1 Kebutuhan Bisnis Strategis
2.3.1.1 Visi dan Misi
Pengembangan strategi bisnis memerlukan pemahaman mengenai
visi manajemen atas, yang telah mambentuk strategi bisnis organisasi.
2.3.1.2 Analisis Industri Dan Kompetensi
- Analisis industri memberikan
analisis faktor-faktor penggerak yang memengaruhi industri dan kinerja
organisasi.
- Analisis kompetensi memberikan
gambaran yang lengkap mengenai efektivitas organisasi, seperti yang terlihat
dalam empat filter strategis:
1.
Sumber daya
2.
Infrastruktur
3.
Produk/jasa
4.
Pelanggan
2.3.2 Sistem Warisan
Sistem warisan terdiri atas
aplikasi, basis data, dan proses bisnis yang saat ini sedang berjalam
sepenuhnya. Komponen warisan perlu dipetakan berdasarkan proses bisnis saaat ini
untuk menentukan sejauh mana dukungannya terhadap misi perusahaan. Evaluasi ini
untuk mengembangkan strategi migrasi yang dibutuhkan untuk perpindahan dari
system warisan ke sistem masa depan.
2.3.2.1
Mengembangkan Deskripsi Arsitektur
Arsitektur sistem adalah struktur
komponen, keterkaitannya, serta prinsip dan petunjuk yang mengatur desain dan
evolusinya sepanjan waktu. Deskripsi arsitektur adalah deskripsi formal dari
sistem informasi yang diatur dengan cara tertentu, sehingga dapat
mengidentifikasi property structural dari sistem dan mendefinisikan komponen
atau blok bangunan yang membentukan sitem informasi secara keseluruhan.
2.3.3 Umpan Balik Pengguna
Tahap-tahap utama dari kegiatan ini adalah sebagai berikut:
1. Mengenali Masalah
Kebutuhan akan system
informasi yang baru dan lebih maju dapat terlihat dalam beberapa gejala. Oleh
karena itu, titik, tempat masalah itu dapat dikenali menjadi penting. Filosfi
manajemen yang reaktif menandai posisi yang ekstrim; berlawan dengan filosofi
ini adalah manajemen proaktif.
a. Manajemen Reaktif
Manajemen reaktif menanggapi masalah tersebut hanya ketika
masalah tersebut mencapai status kritis dan tidak dapat lagi diabaikan.
b. Manajemen Proaktif
Manajemen proaktif tetap waspada terhadap tanda-tanda yang
tidak terlihat dari masalah, dan secara agresif mencari-cari cara untuk
memperbaiki sistem organisasi.
2. Mendefinisikan Masalah
Manajer harus menghindari godaan
untuk melakukan loncatan logika, dari pengenalan gejala ke definisi masalah.
Penting sekali untuk tetap berpikiran terbuka dan mencegah mengambil keputusan
tentang sifat masalah yang dapat menarik perhatian dan sumber daya dalam
keputusan-keputusan yang keliru.
3. Menentukan Tujuan Sistem
Kebutuhan informasi pengguna perlu
ditetapkan dalam bentuk tujuan operasional untuk sistem informasi yang baru.
4. Menentukan Kelayakan Proyek
Studi pendahuluan kelayakan proyek
dilakukan ditahap awal untuk menentukan apakah sebuah proyek baik diteruskan
atau tidak.
Kelayakan teknis.
Kelayakan teknis berhubungan denagn apakah sistem tersebut dapat dikembangkan dengan teknologi yang
ada saat ini atau
apakah diperlukan teknologi baru.
Kelayakan ekonomi
Kelayakan ekonomi berkaitan dengan ketersediaan dana untuk
menyelesaikan proyek.
Kelayakan hukum
Kelayakan hukum mengidentifikasikan setiap konflik antara proposal
yang diusulkan dan kemampuan perusahaan untuk bebas dari tanggung jawab
hukumnya.
Kelayakan operasional.
Kelayakan operasional menunjukkan tingkat kecocokan antara
prosedur-prosedur perusahaan yang ada saat ini serta keahlian personel dan
persyaratan operasional dari sistem yang baru.
Kelayakan jadwal
Kelayakan jadwal berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk mengimplementasikan proyek dalam
kerangka waktu yang diterima.
5.
Menyiapakan Proposal Proyek Formal
Proposal proyek sistem memberikan dasar bagi manajemen
untuk memutuskan apakah akan meneruskan sebuah proyek atau tidak. Dengan memiliki dua tujuan , yaitu :
a. Proposal merangkum temuan – temuan penelitian sampai
saat ini ke dalam rekomendasi umum untuk sebuah system baru atau modifikasi .
Hal ini memungkinkan pihak manajemen untuk mengevaluasi masalah – masalah
tersebut bersama dengan system yang diusulkan sebagai sebuah solusi yang layak.
b.
Proposal
menjelaskan hubungan antara tujuan dari system yang diusulkan dan tujuan bisnis
perusahaan . Hubungan ini menunjukan bahwa system baru yang diusulkan
melengkapi arah strategis perusahaan
2.4 Mengembangkan
Rencana Sistem Strategis
Setelah mengumpulkan dan
mendokumentasikan input dari rencana bisnis, isu-isu hukum, dan umpan balik
pengguna, para anggota dari komisi pengarah dan profesional sistem mengevaluasi
pro dan kontra dari masing-masing proposal.
Hal ini mencakup penilaian manfaat, biaya dan implikasi strategis dari
masing-masing proyek terhadap organisasi. Pengembangan akan dilanjutkan bagi
proposal yang menunjukan potensi yang paling besar.
2.5 Membuat
Rencana Tindakan
Keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh manajemen
atas dalah kemampuan untuk menerjemahkan strategi menjadi tindakan.
Balanced Scorecard ( BSC) adalah system
manajemen yang memungkinkan organisasi untuk mengklarifikasi visi dan
strategi , dan menerjemahkannya ke dalam tindakan . BSC menyediakan umpan balik
untuk proses bisnis internal dan hasil eksternl untuk secara terus – menerus
memperbaiki kinerja strategis .Yang bila digunakan dengan tepat BSC dapat
mengubah perencanaan strategis dari praktik akademis menjadi tugas operasional
. dan juga kemampuannya untuk mengintegrasikan ukuran keuangan dan operasional
kedalam kerangka kerja tunggal yang komperehensif , yang dapat “menerjemahkan
tujuan strategis perusahaan kedalam serangkaian ukuran kinerja yang
koheren”. BSC juga menyarankan untuk memandang
organisasi dari empat perspektif yaitu :
a. Perspektif
Pembelajaran Dan Pertumbuhan
Perspektif ini mencakup pelatihan dan sikap
budaya perusahaan yang berkaitan dengan perbaikan pribadi individu dan
perusahaan. Metric dapat dikembangkan untuk membimbing manajer dalam
menyalurkan dana pelatihan sehingga menghasilkan manfaat yang terbesar.
b.
Perspektif Proses Bisnis Internal
Metrik berdasrkan perspektif ini akan memungkinkan para
manajer untuk mengetahui seberapa baik bisnis mereka berjalan dan apakah produk
dan layanannya sesuai dengan permintaan pelanngan atau tidak.
c. Perspektif Pelanggan
Perspektif pelanggan mencakup ukuran-ukuran yang objektif,
seperti tingkat retensi pelanggan, serta kriteria yang lebih subjektif, seperti penelitian
pasar dan survei kepuasan pelanggan.
d.
Perspektif Keuangan
Perspektif keuangan mencakup ukuran tradisional seperti
probabilitas, laba, dan penjualan. Akan tetapi penekanan yang berlebih pada
kinerja keuangan dapat mendorong terjadinya keputusan jangka pendek yang bisa menyebabkan
ketidakseimbangan dengan perspektif-perspektif lainnya.
2.5.1 Balance Scorecard yang Diterapkan Pada Proyek TI
Melalui analisis indikator BSC,
komosi pengarah dapat menetapkan prioritas dari beberapa proposal berdasarkan
dampak stategisnya jika dipandang dari berbagai prespektif. Mereka bisa
menggunakan metrik ini untuk mengidentifikasi proposal yang akan dilanjutkan
ketahap inisiasi proyek dalam SDLC.
2.6 Insiasi
Proyek
Insisiasi merupakan
sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganiasasian, pengelolaan
untuk mencapai tujuan proyek. Sedangkan tahap inisiasi proyek yaitu
tahap awal kegiatan proyek sejak sebuah proyek disepakati untuk dikerjakan
Tahap Pre-Inisiasi Proyek
1. Menentukan
batasan ruang lingkup, waktu, dan biaya untuk proyek.
2. Mengidentifikasi
sponsor proyek
3. Memilih
manajer proyek
4. Membangun
sebuah kasus bisnis (business case) untuk sebuah proyek
5. Mereview
proses dan ekspektasi dari pengelolaan proyek dengan manajer proyek
6. Menentukan
apakah proyek dapat dibagi menjadi dua atau lebih proyek yang lebih kecil.
Tujuan dari
inisiasi proyek adalah untuk memilih dan memulai sebuah proyek
Insiasi proyek adalah proses penilaian
proposal sistem untuk melihat konsistensinya dengan rencana sistem strategis
dan dievaluasi kelayakannya dan biaya-manfaatnya. Alternatif desain konseptial
dipertimbangkan dan yang dipilih kemudian dimasukkan ke tahap konstruksi SDLC.
2.7 Analisis
Sistem
2.7.1 Langkah
Survei
Fakta-fakta yang berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan
pendahuluan tentang sisitem tersebut dikumpulkan dan dianalisis. Dan kemudian dilakukan survei untuk mengetahui apakah rencana yang
kiata buat it stretegis atau tidak. Survei mempunyai keunggulan dan kelemahan.
2.7.1.1 Kelemahan
Kecenderungan analisis untuk “tenggelam” dan kemudian
“dihambat” oleh pekerjaan menyurvei sistem yang digunakan saat ini.
2.7.1.2 Keunggulan
1.
Merupakan salah satu jalan untuk mengidentifikasi aspek”
sistem lama.
2.
Mengetahui langkah apa yang harus diambil apabila akan
menggunakan sistem yang baru.
3.
Dengan mensurvei sisten yang digunakan saat ini, analis
dapat menentukan secara meyakinkan penyebab dari gejala-gejala masalah yang dilaporkan.
2.7.1.3 Mengumpulkan Fakta
Fakta sistem dibagi dalam kelas-kelas berikut ini :
-
Sumber Data
Termasuk dalam kelas ini adalah entitas eksternal, seperti
pelanggan atau pemasok, juga sumber internaldari departemen lain.
-
Pengguna
Termasuk dalam kelompok ini adalah para manajer dan
pengguna operasional
-
Tempat Penyimpanan Data
Adalah file, basis data, akun, dan dokumen sumber yang
digunakan dalam sistem.
-
Proses
Tugas pemrosesan adalah kegiatan operasional manual atau
komputer yang mewakili keputusan atau tindakan yang digerakkan oleh informasi
-
Arus Data
Berbagai dokumen dan laporan diantara sumber data, tempat
penyimpanan data, tugas-tugas pemrosesan, dan pengguna.
-
Pengendalian
Pengendalian akuntansi dan operasional dan dapat juga
berbagai prosedur manual atau komputer.
-
Tingkat Kesalahan
Kesalahan terkait dengan volume transaksi.
-
Biaya Sumber daya
Terdiri dari biaya tenaga kerja, waktu komputer, bahan
(seperti faktur), dan overhead langsung.
-
Kemacetan Dan Redudansi Operasi
Analisi harus menunjukkan titik-titik, dimana arus data
datang secara bersamaan dan membuat kemacetan.
2.7.1.4 Teknik Pengumpulan Fakta
Teknik-teknik tersebut antara lain sebagai berikut:
-
Observasi
Mengamati prosedur-prosedur fisik sistem secara pasif.
-
Patisipasi Pekerjaan
Partisipasi merupakan perluasan dari pengamatan, di mana
analisis berperan aktif dalam melakukan pekerjaan pengguna. Hal ini
memungkinkan analis mengalami langsung masalah-masalah operasional dari sistem
yang digunakan saat ini.
-
Wawancara Personel
Wawancara merupakan sebuah metode untuk mendapatkan fakta
tentang sistem yang ada saat ini dan persepsi pengguna tentang hal-hal yang
dibutuhkan oleh sistem baru.
-
Peninjauan Dokumen Utama
Dokumen perusahaan merupakan sumber lain dari fakta
tentang sistem yang sedang disurvei. Contohnya adalah :
o Bagan Organisasi
o Deskripsi Pekerjaan
o Catatan Akuntansi
o Daftar Akun
o Pernyataan Kebijakan
o Deskripsi Prosedur
o Laporan Keuangan
o Laporan Kinerja
o Diagram Arus Sistem
o Dokumen Sumber
o Daftar Transaksi
o Anggaran
o Peramalan
o Pernyataan misi
2.7.2 Langkah
Analisis
Merupakan sebuah proses
intelektual yang dilakukan bersamaan dengan pengumpulan fakta. Analis secar
simultan melakukan analisis ketika dia mengumpulkan fakta. Hanya dengan
mengetahui adanya masalah saja menunjukkan menunjukkan adanya pemahaman akan
norma atau situasi yang diinginkan. Oleh karena itu,sulit untuk menentukandi
titik mana survei akan berakhir dan analisis dimulai.
2.7.2.1 Laporan analisis
Laporan anlisis sistem tidak
menspesifikasikan desai sistem yang diusulkan secara terperinci. Misal, sistem
tidak menspesifikasika metode-metode pemrosesan, media penyimpanan, struktur
record, dan perincian lain yang diperlukan untuk merancang sistem fisik.
Sebaliknya, laporan ini tetap berada pada level objektif untuk
menghindaricditempatkannya hambatan-hambatan buatan pada tahap desain
konseptual. Beberapa desai mungkin dapat memenuhi kebutuhan pengguna, dan
proses pengembangannya harus dibebaskan untuk dapat memeriksa semua aspek ini.
2.8 Konseptualisasi
Desain Alternatif
Tujuan dari konseptualisasi adalah untuk menghasilkan
beebrapa solusi konseptual alternative yang dapat memenuhi permintan system
yang diifentifikasi pada saat analisis system. Dengan menyajikan sejumlah alternative ke pengguna ,
tim proyek dapat menghindari pemaksaan pengguna satu system baru yang hanya
didasarkan pada pertimbangan sendiri.
2.9 Evaluasi
Dan Pemilihan Sistem
2.9.1
Melakukan Studi Kelayakan Dan Terperinci
Penguji harus melakukan studi
kelayakan terperinci(detailed feasibility study). Objectivitas merupakan hal
yang esensial bagi penilaian yang adil bagi setiap desain. Kelompok ini harus
terdiri dari menager proyek, seorang perwakilan pengguna sistem, dan
profesional sistem yang bukan merupakan bagian dari proyek tetapi memiliki
keahlian dalam bidang-bidang tertentu yang dicakup oleh study kelayakan.
·
Kelayakan Teknis
Dalam mengevaluasi kelayakan tekhnis, tekhnologi yang
sudah mapan dan dipahami, memiliki resiko yang lebih kecil dibandingkan dengan
teknologi yang belum dikenal sama sekali.
·
Kelayakan Hukum.
Desain sistem yang berbeda akan mewakili tingkat resiko
yang berbeda dalam menghadapi data seperti itu. Penilai harus peduli bahwa
desain konseptual tersebut mempertimbangan pengendalian utama, keamanan, dan
masalah-masalah jejak audit serta bahwa melanggar hukum yang berkaitan dengan hak
pribadi dan/atau pengguna dan distribusi informasi.
·
Kelayakan Operasional.
Kelayakan operasional juga akan mempengaruhi kelayakan
ekonomi dari sistem tersebut akan mngalami proses transisi yang lebih lancar ke
sistem teknologi yang lebih maju. Nilai kelayakan operasional untuk setiap
desain alternatif harus mencerminkan
kemudahan proses transisi yang diharapkan ini.
·
Kelayakan Jadwal.
Pada titik ini dalam proses desain, penilai sistem berada
dalam posisi yang lebih baik untuk mengukur kemungkinan bahwa sistem akan
disesaikan sesuai dengan jadwal. Pengguna CASE, JADE dan prototipe dapat
mengurangi secara signifikan waktu pengembangan yang dibutuhkan oleh setiap
pilihan desain sistem.
·
Kelayakan Ekonomi.
Studi pendahuluan kelayakan ekonomi dibatasi untuk menilai
komitmen keuangan manajemen terhadap keseluruhan proyek. Ini masih merupakan
masalah yang relevan. Jika iklim ekonomi berubah sejak study pendahuluan, atau
jika satu atau lebih desain yang bersaing tidak mendapat dukungan menejemen,
saat inilah hal tersebut ditentukan.
2.9.2
Melakukan Analisis Biaya-Manfaat
Analisis biaya
manfaat(cost-benefit analysis) membantu menejemen menentukan apakah(dan sampai
seberapa besar) manfaat yang dapat diterima dari sistem yang diusulkan akan
melebihi biayanya. Teknik ini secara berkala akan digunakan untuk menaksir nilai keuangan
yang diharapkan dari investasi bisnis.
·
Mengidentifikasi Biaya.
Salah satu metode untuk menentukan biaya adalah membaginya
dalam dua kategori: biaya satu waktu(one time cost)an biaya berulang(recurring
cost).
-
Biaya
Satu waktu
Adalah
investasi awal untuk mengembangkan dan mengimplementasikan system .
ü
Akuisisi
Peranti Keras adalah Biaya mainframe , PC , peralatan , perlengkapan , seperti
jaringan dan disket.
ü
Persiapan
Lokasi melibatkan biaya yang kadang tidak terpikirkan , seperti memodifikasi
bangunan ( menambah AC) , instalasi peralatan , dan biaya angkut .
ü
Akuisis
Peranti Lunak Biaya yang di timbul dari semua peranti lunak yang dibeli untuk
sistem yang di usulkan .
ü
Desain Sistem biaya yang timbul oleh professional
system yang melakukan perencanaan , analisis dan fungsi desain .
ü
Pemrograman
dan Pengujian biaya yang didasarkan pada estimasi jam kerja personel yang
diperlukan untuk menulis program baru dan memodifikasi program yang sudah ada
untuk system yang diusulkan.
ü
Konversi
Data terjadi dalam proses transfer data dari satu media penyimpanan ke media
lainnya .
ü
Pelatihan
untuk memberikan pendidikan kepada para pengguna yang akan mengoprasikan system
baru .
-
Biaya
Berulang
Adalah
biaya – biaya operasi dan pemeliharaan yang akan terus terjadi selama masa
hidup system .
ü Pemerliharaan peranti Keras biaya pemutakhiran
computer , dan memelihara preventif dan perbaikan computer serta peralatan
pelengkapnya.
ü Pemeliharaan peranti lunak biaya pemutakhiran dan
perbaikan system operasi .
ü Asuransi termasuk Dalam ini adalah kerusakan dan
risiko
ü Perlengkapan penggunaan rutin untuk item – item
perlengkapan kantor umum
ü Personel gaji individual yang merupakan dari system
informasi
·
Mengidentifikasi Manfaat.
Langkah berikut dalam analisis biaya manfaat sistem.
Manfaat ini bisa berwujud dan tidak berwujud.
a. Manfaat Berwujud.
Adalah manfaat yang dapat diumur dan dinyatakan dalam
istilah-istilah keuangan. Manfaat berwujud dibagi menjadi dua kategori yaitu:
manfaat yang meningkatkan pendapatan dan manfaat yang mengurangi biaya.
b. Manfaat Tidak Berwujud.
Walaupun manfaat tidak berwujud seringkali dikesampingkan
dalam keputusan sistem informasi, Manfaat tersebut tidak mudah diukur dan
dihitung.
·
Membandingkan Biaya Dan Manfaat
Langkah berikutnya dalam analisis biaya-manfaat adalah
membandingkan biaya dan manfaat yang didefinikasi dalam dua langkah yag
pertama.Dua metode yang paling umum digunakan untuk mengevaluasi sistem
infomasi adalah nilai sekrang bersih dan pembayaran kembali.
-
Metode Nilai Sekarang Bersih.
|
-
Metode Pembayaran Kembali.
Metode pembayaran kembali merupakan variasi `dari analisis
titik impas (break even analysis).Titik impas dicapai ketika total
biaya sama dengan total manfaat.
2.10 Peran
Akuntan Dalam Pengelolaan SDLC
Proses SDLC menarik perhatian
akuntan karena dua alasan. Pertama, pembuatan sistem informasi mewakili
transaksi keuangan signifikan yang memerlukan sumber daya keuangan dan sumber
daya manusia. Kedua yang lebih menekankan bagi para akuntan adalah produk yang
dihasilkan SLDC. Kualitas sistem informasi akutansi berhubungan langsung dengan
aktifitas SLDC yang menghasilkannya. Sitem ini digunakan untuk menyajikan
informasi akutansi ke pengguna eksternal dan insternal.
2.10.1 Peran Akuntan Dalam Strategi Sistem
Auditor meninjau strategi sistem
secara rutin. Sejarah telah menunjukkan bahwa perencanaan sistem yang hati-hati
merupakan aktifitas yang berbiaya efektif dalam mengurangi resiko terjadinya
sistem yang tidak dibutuhkan, tidak diinginkan, tidak efisien, dan tidak
efektif. Baik auditor eksternal maupun auditor insternal memiliki perhatian
khusus atas produk yang dihasilkan oleh sitem tersebut.
2.10.2
Peran Akuntan Dalam Desain
Konseptual
Akuntan memainkan peran penting
dalam konsepptual sistem. Akuntan harus mengetahui implikasi pengendalian dari
setiap desain alernatif dan memastikan bahwa konvensi akutansi dan persyaratan
hukum dapat terpenuhi. Beberapa teknik audit komputer mensyaratkan sistem untuk
didesain dengan fitur-fitur audit tertentu. Fitur-fitur ini memerlukan sumber
daya dan perlu dipertimbangkan pada saat desain konseptual.
2.10.3
Peran Akuntan Dalam Pemilihan
Sistem
Kelayakan ekonomi dari sistem yang diusulkan merupakan
perhatian utama bagi akuntan. Secara khusus akuntan harus memastikan bahwa:
1. Hanya biaya yang bisa dihindari
yang digunakan dalam perhitungan manfaat penghematan biaya.
2. Tingkat bunga yang masuk akal
digunakan dalam mengukur nilai sekarang dari arus kas.
3. Biaya satu kali dan biaya berulang
dilaporkan dengan lengkap dan akurat.
4. Umur ekonomis yang realistis
digunakan dalam membandingkan beberapa proyek.
5. Manfaat yang tidak berwujud
diberikan nilai keuangan yang masuk akal.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sistem
Informasi adalah suatu sinergi antara data, mesin pengolah data (yang biasanya
meliputi komputer, program aplikasi dan jaringan) dan manusia untuk
menghasilkan informasi. Dalam membangun suatu sistem informasi (dalam hal ini
lebih mengacu kepada pengertian aplikasi perangkat lunak) digunakan metode
Siklus Hidup dan Pengembangan Sistem (System Development Life Cycle atau SDLC).
Secara umum tahapan dari SDLC adalah Perencanaan, analisis, rancangan,
penerapan dan penggunaan.
3.2 Saran
Dari
makalah ini mudah – mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya nya kita
pribadi. Penyusun sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari
sempurna. Untuk itu, kepada dosen pembimbing, mohon
masukannya demi perbaikan pembuatan makalah
di masa yang akan datang dan mengharapkan kritik dan
saran dari para pembaca.
Daftar Pustaka
http://aries-djm.blogspot.co.id/2012/04/makalah-siklus-hidup-sistem.html
Hall, James. A 2007. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta : Salemba Empat . Buku 2 Edisi 4
Hall, James. A 2007. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta : Salemba Empat . Buku 2 Edisi 4
Sangat bermanfaat https://www.family-holidays-abroad.co.uk/2020/11/sebelum-ambil-pinjaman-online-kamu.html
BalasHapus